Tuhan Kutahu Kau Ada...Pilihkan Agama Buatku! - Iman Sotiria Kouvalis

Mualaf Iman Sotiria Kouvalis: Tuhan Kutahu Kau Ada...Pilihkan Agama Buatku!
REPUBLIKA.CO.ID, ATHENA: Perkenalan Iman Sotiria Kouvalis dengan Islam dimulai dengan cara yang aneh. Suatu hari melihat perempuan Muslim di kampus dan merasa kasihan pada mereka. "Aku tidak mengenal mereka tapi ketika kami menyeberangi jalan di kafetaria, aku tersenyum pada mereka karena aku pikir mereka tertindas. Aku tidak pernah berbicara dengan mereka tapi aku hanya berasumsi bahwa mereka dipaksa memakai jilbab," katanya.

Saat itu, wanita yang tumbuh dan besar di Ontario, Kanada ini mengaku benar-benar berpikir bahwa semua orang di dunia adalah orang Kristen. Kejadian ini terjadi sekitar 10 tahun yang lalu, sebelum peristiwa 11 september terjadi.

Pada saat yang sama, Iman, begitu ia minta dipanggil sekarang, tengah mengalami kekosongan batin. Meskipun dibesarkan dalam keluarga Ortodoks Yunani dan menghadiri gereja setiap Minggu hampir tak pernah bolong, "Gereja tidak lagi memiliki arti dalam hidupku dan ada banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab oleh Gereja," katanya.

Suatu dikotomi mulai muncul, di mana kehidupan dan agama itu hanyut ke sisi berlawanan. "Aku tidak bisa melihat bagaimana membuat agama relevan dengan kehidupan sehari-hari. Dan itulah bagaimana aku mulai menjauh dari Gereja," katanya.

Di kampus, ia mulai berinteraksi dengan mahasiswa Muslim. "Mereka menghidupkan kembali rohaniku untuk menjadi dekat dengan Tuhan lagi," katanya. Ia mengaku sedikit cemburu; bagaimana mereka begitu setia dan damai dan aku tidak, meskipun aku akan ke surga dan mereka tidak?

Ia mulai masuk ke perdebatan agama dengan mereka. Salah satu misinya, mengenalkan Yesus. Ketika mereka menyatakan percaya pada Yesus, ia terkejut. "Mereka menghormati Yesus bukan sebagai Tuhan, tapi utusan Tuhan dan salah satu nabi mereka," katanya.

Diam-diam, ketika tidak ada yang melihat, ia menyelinap ke perpustakaan untuk membaca tentang Islam untuk meyakinkan mereka bahwa mereka salah. "Aku hanya menemukan beberapa buku benar-benar aneh dan tua. Saat itu adalah zaman pra-Google sehingga tidak ada sumber informasi lain yang bisa dikorek," katanya.

Suatu hari, saat berjalan menyusuri salah satu aula universitas ia melihat beberapa pamflet di dinding tentang Islam. Sampai di rumah ia mulai membaca dan takjub. Satu pamflet bahkan berbicara tentang isyarat Muhammad dalam Alkitab. "Alkitab? Aku pikir ini bohong! Tapi aku memeriksa ayat dalam Alkitab, ternyata benar," katanya.

Ia makin bimbang. "Sampai di satu titik aku berdoa pada Tuhan untuk menunjukkan mana agama yang benar," katanya.

Ia mendatangi gereja lagi, dan lebih sering ke sana, dua kali seminggu. "Aku mulai membaca Alkitab lagi, tapi kali ini dalam rangka untuk menemukan jawaban atas pertanyaanku," katanya.

Setelah berbulan-bulan ini, ia mengaku tidak tahan lagi dan memutuskan untuk pergi menemui pendeta. "Pertanyaanku tiga: Jika Yesus mati untuk dosa-dosa kita dan kita hanya perlu percaya ini untuk diselamatkan dan masuk surga, lalu bagaimana itu masuk akal? Itu berarti aku dapat melakukan dosa dan diselamatkan? Bagaimana bisa Tuhan 3 in 1? Apa pendapat Anda tentang Islam?"

"Untuk dua pertanyaan pertama, ia mencoba yang terbaik untuk menjelaskan, tapi sudah jelas bagiku bahwa ada banyak ambiguitas dalam jawabannya. Ketika kami sampai ke pertanyaan ketiga, matanya melotot keluar dan wajahnya memerah! Ia memintaku untuk menjauh dari orang-orang yang mempengaruhiku hingga bertanya demikian."

Ia meninggalkan pertemuan dengan kecewa. "Untuk pertama kalinya, hal ini menyebabkan celah pasti dalam imanku. Aku justru makin menemukan jawaban," katanya.

Setelah berbulan-bulan lebih intens membaca, studi kritis terhadap kedua agama dan berdoa pada Tuhan untuk ditunjukkan agamanya, hatinya makin condong pada Islam. Namun, ia masih ragu dan takut akan perubahan sikap orang-orang terdekatnya, terutama keluarganya. Ia takut menyakiti hati mereka.

Namun, ia dikuatkan setelah bertemu ayat 113-115 dalam surat Ali Imran. "Aku mengerti bahwa sebagai Muslim kita harus menghormati orang dari agama lain untuk beberapa dari mereka benar-benar tulus dan mereka percaya Allah. Pada akhirnya, bukan mereka atau aku yang akan menghakimi orang, hanya Tuhan yang bisa melakukan itu," katanya.

Iapun memutuskan bersyahadat. "Aku datang pada Islam melalui buku. Melalui studi kritis dan intens seperti mualaf lain. Jika Anda berada dalam situasi ini, Anda berutang kepada diri sendiri untuk menemukan jawaban sekarang karena kita tidak tahu kapan kita akan mati. Dan untuk mengetahui bahwa Tuhan memberikan kita pikiran untuk berpikir kritis. It's OK untuk mengajukan pertanyaan dan it's OK untuk menemukan jawaban."

Redaktur: Siwi Tri Puji B
Sumber: Greek Rethink
STMIK AMIKOM

Ribuan Sembahyangkan Jenazah Pemuda Yang Mati Ketika Rusuhan di England.

Selatanonline
Berikut ialah gambar ribuan umat Islam Birmingham yang hadir untuk pengkebumian dan menyembahyangkan jenazah 3 orang pemuda Islam yang terbunuh ketika rusuhan yang belaku di England 10 Ogos lalu.


Di Birmingham Haroon Jahan (21) serta dua orang adik beradik Shazad Ali (30) dan Abdul Musavir (31) meninggal dunia setelah dirempuh kereta perusuh yang cuba melakukan kekacauan. Ketiga-tiga orang mangsa pada ketika itu sedang melakukan kawalan keselamatan berhampiran kawasan perumahan mereka. Semalam jenazah mereka akhirnya dikebumikan di Birmingham. Majlis pengkebumian dan solat jenazah mereka dihadiri ribuan penduduk Birmingham dan dilakukan di Summerfield Park. Just look at the humber of people there. Sobering isn't it. Di kalangan komuniti Islam Birmingham ketiga-tiga dikatakan mati syahid kerana mempertahankan ahli keluarga dan harta benda milik mereka dari dimusnahkan perusuh. What do you guys think? Me? I think their death is a loss to the community. RIP
 

 

Sila klik sini untuk ke artikel menarik yang  lain 

Azmil Mustafa@Ali Setan Nafi Laporan Polis Terhadapnya!!

Selatanonline

Bekas pelakon popular, Azmil Mustapha, 60, atau lebih dikenali sebagai ‘Ali Setan’, menafikan dakwaan yang dibuat melalui satu laporan polis bahawa beliau telah menyampaikan ceramah yang bersifat menghina Perlembagaan dan Yang DiPertuan Agong.


Azmil berkata, maklumat tersebut langsung tidak berasas dan disalah ertikan oleh pihak yang membuat laporan polis.

Beliau yang telah dihubungi oleh beberapa wartawan, dimaklumkan tentang laporan polis itu hari ini mengaku belum membaca dan mengetahui kandungan sebenar laporan itu dan enggan mengulas mengenainya.

Mengulas lanjut, Azmil berkata, beliau mengaku ada menyampaikan ceramah di masjid di Kampung Melayu Subang, semalam.

Bagaimanapun, beliau menegaskan bahawa dirinya tidak ada sebarang kepentingan politik serta tidak pernah terbabit dengan mana-mana pergerakan politik tanahair, sama ada UMNO, PAS atau Parti Keadilan Rakyat (PKR).

“Saya tidak ada kepentingan politik pun, saya dah berumur 60 tahun lebih dah dan tak pernah sertai mana-mana parti pun…mengundi pun tak pernah,” jelasnya menyangkal dakwaan yang mengaitkan beliau dengan kepentingan politik oleh sesetengah pihak.

Menjelaskan tentang ceramahnya semalam, Azmil berkata, beliau telah dijemput oleh Nazir dan Ahli Jawatankuasa Masjid An-Nur, di Kampung Melayu Subang, untuk menyampaikan sedikit ceramah kepada jemaah masjid tersebut.

Menurut pemerhatiannya ketika menyampaikan ceramah, beliau melihat seorang dua jemaah yang ‘gelisah’ dengan ceramahnya dan salah seorang dari mereka telah keluar dari masjid kerana enggan mendengar penyampaiannya itu.

Laporan polis telah di buat terhadap Azmil atas beberapa antaranya menghina Perlembagaan, institusi DiRaja, bangsa Melayu dan menyampaikan ceramah di masjid tanpa tauliah dari Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS).

David Villa Hina Islam - Mesut Ozil

solihinzubir

Segala-galanya bermula setelah pertahanan Real melakukan terjahan keras terhadap pemain baru Barca, Fabregas pada minit terakhir perlawanan 2nd leg Piala Super Sepanyol antara Barcelona vs Real Madrid. Keadaan menjadi tegang apabila pemain lain mula campur tangan. Marcelo dikenakan kad merah.

Kemudian, dalam video kelihatan Mesut Ozil ditampar oleh David Villa. Ozil juga nampak sangat marah terhadap David Villa ketika itu. Akibatnya, Ozil dan Villa juga dibuang padang. Jadi, apa sebenarnya yang berlaku? Apa yang menyebabkan Ozil sangat berang terhadap David Villa?

Di bawah adalah kenyataan yang dikeluarkan oleh Ozil bagi menjelaskan punca tercetusnya pergaduhan antara beliau dan Villa. 
  
 
Jika benar David Villa hina Islam seperti didakwa Ozil, dia patut dikecam dan mesti meminta maaf.

Harap p’raya bersih macam minta sisik ikan keli

Harakahdaily
KUALA LUMPUR, 20 Ogos: “Nampaknya mengharapkan kerajaan BN melaksanakan pilihan raya secara bersih seperti meminta sisik daripada ikan keli,” ujar AJK PAS Pusat, Ustaz Idris Ahmad (gambar).


Justeru, katanya, seperti yang dijangka memang penubuhan Jawatankuasa Terpilih Parlimen hanyalah gimik untuk menutup lubang kelemahan daftar pemilih yang dibuat oleh Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR).


Perdana Menteri, Datuk Seri Najib Razak mengumumkan jawatankuasa itu sebagai reaksi Pakatan Rakyat meminta beliau mengadakan sidang khas untuk membincang kepincangan dalam daftar pemilih.

“Tindakan Datuk Seri Najib seperti kita minta teh tetapi yang diberi ialah kopi,” kata Idris dalam kenyataan kepada Harakahdaily.

Katanya, jika Najib jujur supaya perjalanan pilihan raya bersih dan telus, maka beliau akan menggunakan kuasa yang ada kepadanya untuk menangguhkan pilihan raya sehingga dipastikan daftar pemilih dapat dibersihkan.

“Sebaliknya, beliau menyatakan Pilihan Raya Umum (PRU) Ke-13 boleh diadakan pada bila-bila masa dan ia tidak terikat dengan sebarang keputusan daripada Jawatankuasa Terpilih Parlimen yang bakal ditubuhkan kerajaan,” ujarnya lagi.

Ketika bercakap kepada media selepas mempengerusi Mesyuarat Majlis Tertinggi Umno semalam, Najib berkata PRU 13 boleh diadakan pada bila-bila masa dan ia tidak terikat dengan sebarang keputusan daripada Jawatankuasa Terpilih Parlimen yang bakal ditubuhkan kerajaan.

Perdana Menteri berkata, tarikh sebenar bila pilihan raya umum hendak diadakan tiada sebarang kaitan dengan jawatankuasa tersebut, walaupun ia ditubuhkan bagi tujuan menambah baik sistem pilihan raya agar tidak timbul syak wasangka.

Wanita dakwa dicabul 11 polis

Seorang pengurus akaun Wong Bee Fong mendakwa selepas tujuh tahun dicabul oleh 11 anggota polis, beliau sehingga kini masih tindakan terhadap kumpulan itu.

Bahkan, tambahnya, polis gagal memberi jawapan sama ada kertas siasatan dibuka selepas dia membuat laporan polis berhubung pengalaman pahit yang meninggalkan trauma hinggga ke hari ini.
Wong bee fong demonstrating how she was molested by police
Dalam sidang media bersama peguamnya hari ini, Wong, 39 mendakwa, polis sebaliknya menyiasatnya atas dakwaan menghalang polis menjalankan tugasnya.

Wong mendakwa, mimpi ngerinya bermula pada jam 1.55 pagi apabila kereta yang dipandunya ditahan dalam sekatan jalan raya dekat Taman Connaught pada tahun 2004 kerana disyaki memandu dalam keadaan mabuk.

"Saya minta lesen memandu saya kembali dan saman yang akan dikeluarkan tetapi pegawai itu, Johari Ismail, nombor lencana 88147, enggan memulangkan dan sebalinya meminta rasuah RM3,000.

"Saya menolaknya dan beliau biarkan saya menunggu kira-kira 15 minit. Saya curiga ada sesuatu yang tidak kena jadi saya memandu ke arah balai polis Batu 9, Cheras," katanya.

Tetapi, dakwanya, sebelum sampai ke destinasi, sebuah Proton Saga mengejar dan memaksanya membelok ke bangunan PGA di Batu 9.
-malaysiakini-

Ramai orang islam makan bangkai ayam

KEADAAN pusat penyembelihan ayam di Pekan Nanas, Pontian, Johor yang menjijikkan.
JOHOR BAHRU: Percaya atau tidak, beratus-ratus peniaga di negeri ini kini menjual kira-kira 60,000 ekor ayam segar yang amat diragui status halal dan kesuciannya setiap hari.

Jumlah tersebut meliputi 30 peratus daripada bekalan ayam di negeri itu setiap hari yang berjumlah 200,000 ekor.

Masalah tersebut berpunca daripada sikap segelintir pengusaha pusat penyembelihan yang menjalankan kerja-kerja penyembelihan tanpa mengikut prosedur ditetapkan.

Penolong Pengarah Penyelidikan Unit Halal, Jabatan Agama Islam Johor (JAIJ), Samsudin Paimi berkata, pihaknya bimbang pengusaha kecil kini semakin berani untuk mengaut keuntungan berikutan permintaan yang tinggi daripada umat Islam berikutan sambutan Hari Raya Aidilfitri tidak lama lagi.

"Pengusaha kecil seperti itu semakin berani untuk mengaut keuntungan dengan berselindung di sebalik logo halal tamat tempoh selain tidak mengikut piawaian JAIJ,'' katanya.

Beliau menyatakan demikian kepada pemberita selepas serbuan terhadap dua premis penyembelihan dan pemprosesan di Jalan Kampung Sawah dan Jalan Pontian-Johor Bahru di Pontian awal pagi semalam.

Dalam serbuan dari pukul 12 tengah malam sehingga pukul 4 pagi itu, JAIJ mendapati premis terbabit tidak melakukan proses penyembelihan dengan kaedah ditetapkan manakala logo halal sudah tamat tempoh sejak empat tahun lepas.
KEADAAN pusat penyembelihan ayam di Pekan Nanas, Pontian, Johor yang menjijikkan.
Turut membimbangkan JAIJ, katanya, ialah ramai pengusaha tidak memiliki tauliah penyembelihan selain mempraktikkan kaedah penyembelihan dan pemprosesan ayam sambil lewa.

Menurutnya, JAIJ sudah mewajibkan penggunaan label pada bahagian kepak ayam yang mengandungi maklumat penyembelihan dan status halal namun mereka tidak mematuhinya.

"Kita tidak mahu pengguna terus tertipu dan mereka seharusnya diberi kesedaran untuk hanya memilih ayam yang disahkan halal dan suci," kata Samsudin.

Beliau berkata, pemeriksaan akan terus dilakukan bagi melindungi kepentingan pengguna.

Samsudin berkata, JAIJ sudah mewajibkan pengusaha ayam di Johor membuat label yang akan diletakkan di kepak ayam yang mengandungi maklumat mengenai penyembelihan serta status halalnya.

Mengikut Undang-undang Perlindungan Pengguna (Pindaan) 2010 yang akan dikuatkuasakan bermula tahun depan, syarikat yang didapati bersalah menipu sijil halal boleh dikenakan denda sehingga RM5 juta bagi kesalahan pertama dan denda sehingga RM10 juta bagi kesalahan kedua.
-kosmo-

Pendedahan Pemuda PAS : Individu terbabit akan MUNCUL?

Sofi Wahab



Pada pandangan saya, keputusan Dewan Pemuda PAS Pusat meminta individu di bawah ini muncul untuk mengesahkan mereka ujud dan bukannya klon tidak begitu berkesan

Saya tidak hairan kesemua mereka akan muncul dengan Kad Pengenalan masing-masing. Maksudnya Jumaayah Bin Alus yang pertama dan yang seorang lagi akan muncul dengan Kad Pengenalan masing-masing.

Ini kerana Kad Pengenalan tersebut boleh dibuat bila-bila masa kerana pihak berbabit ada kuasa dan sanggup melakukan apa sahaja untuk menunjukkan dakwaan Pemuda PAS adalah bohong.

Begitu juga dengan Sainam Binti Tukisan dan yang lain-lain, mereka berdua boleh muncul dengan Kad Pengenalan masing-masing. Bukan susah sangat untuk mengeluarkan Kad Pengenalan kerana kerja seumpama ini sudah lama berlaku di Malaysia, malah ada pegawai-pegawai yang ditangkap kerana isu ini.

Apa lagi yang Pemuda PAS hendak katakan jika pada setiap kali nama pengundi-pengundi kontroversi ini keluar maka setiap kali itulah juga empunya diri tampil dengan Kad Pengenalan masing-masing.

Jadi saya rasa pihak terbabit bergerak sepantas kilat untuk mengeluarkan

1. Jumaayah Bin Alus. Identiti ini mempunyai dua kad pengenalan iaitu 511122105834 dan 511122105754. Kedua-duanya dibezakan pada digit ke-10 dan ke-11.

2. Sainam Binti Tukisan: Identiti ini mempunyai dua kad pengenalan iaitu 500307105490 dan 500307105474. Kedua-duanya di bezakan pada digit ke 11 dan 12 sahaja.

3. Katimah Binti Kadni: Identiti ini mempunyai dua kad pengenalan iaitu 500808015282 dan 500808015290. Kedua-duanya dibezakan oleh digit ke-11 dan ke-12

4. Nesam Banu Bt Mohammad Fahmi: Identiti ini adalah pengundi pos. Nombor tenteranya adalah T373594 dan T375594. Kedua-dua nombor tentera ini dibezakan pada digit ke-4 sahaja.

5. Lanuddin Bin Ngah Mat Nasir: Identiti ini adalah undi pos dan memiliki dua nombor keanggotaan polis iaitu RF107781 dan RF107881. Kedua-dua nombor keanggotaan ini dibezakan pada digit ke-6.

Mungkin kesemua 10 orang yang berkongsi nama ini akan keluar dengan bukti kukuh bagi mengesahkan bahawa nama mereka sama cuma dibezakan 2 digit pada Kad Pengenalan.

Pihak musuh boleh buat apa sahaja kerana mereka akan kuasa dan pangkat.

Kisah Rasulullah SAW dan Buah Limau

zharifjenn
"Suatu hari Rasulullah SAW didatangi oleh seorang wanita kafir. Ketika itu baginda bersama beberapa orang sahabat. Wanita itu membawa beberapa biji buah limau sebagai hadiah untuk baginda. Cantik sungguh buahnya. Siapa yang melihat pasti terliur. Baginda menerimanya dengan senyuman gembira. Hadiah itu dimakan oleh Rasulullah SAW seulas demi seulas dengan tersenyum.

Biasanya Rasulullah SAW akan makan bersama para sahabat, namun kali ini tidak. Tidak seulas pun limau itu diberikan kepada mereka. Rasulullah SAW terus makan. Setiap kali dengan senyuman, hinggalah habis semua limau itu. Kemudian wanita itu meminta diri untuk pulang, diiringi ucapan terima kasih dari baginda. Sahabat-sahabat agak hairan dengan sikap Rasulullah SAW itu.

Lalu mereka bertanya. Dengan tersenyum Rasulullah SAW menjelaskan "Tahukah kamu, sebenarnya buah limau itu terlalu masam semasa saya merasainya kali pertama. Kiranya kalian turut makan bersama, saya bimbang ada di antara kalian yang akan mengenyetkan mata atau memarahi wanita tersebut. Saya bimbang hatinya akan tersinggung. Sebab tu saya habiskan semuanya."

Begitulah akhlak Rasulullah SAW. Baginda tidak akan memperkecil-kecilkan pemberian seseorang biarpun benda yang tidak baik, dan dari orang bukan Islam pula. Wanita kafir itu pulang dengan hati yang kecewa. Mengapa? Sebenarnya dia bertujuan ingin mempermain-mainkan Rasulullah SAW dan para sahabat baginda dengan hadiah limau masam itu. Malangnya tidak berjaya. Rancangannya di'tewas'kan oleh akhlak mulia Rasulullah SAW.

Kita hendaklah menghargai pemberian orang lain walaupun pemberian tersebut bukan kesukaan kita. Ucaplah terima kasih dan terimalah dengan hati yang ikhlas dan terbuka kerana setiap pemberian adalah rezeki daripada Allah.

Lain-lain kisah Rasulullah

Umno Dalangi Jais, Mustapa Tidak Minta Maaf

Mohd Sayuti Omar
ISU masuk tanpa izin oleh Jabatan Agama Islam Selangor (Jais) ke gereja Methodist Damansara Utama sudah dipolitik oleh pihak-pihak tertentu. Isu ini mudah diratah oleh pihak-pihak berkepntingan untuk manfaat politik mereka tanpa mengkaji atau pun mendapatkan maklumat sebenarnya.
Bukan saja parti politik Pas dan Umno yang dilihat terdedah dengan isu ini tetapi Ngo-Ngo berorentasikan agama dan kaum juga cepat bingkas untuk mengambil bahagian sama dalam isu ini. Agak mengilankan sedikit boleh dikatakan semua Ngo menunjukkan sikap berpihak mereka dalam hal ini dengan cuba menyalahkan Pas.

Pas diletakkan dalam keadaan bersalah apabila parti itu mengambil pendekatan lunak dan terbuka terhadap apa yang berlaku. Sesetengah pemimpin Pas meragui apa yang berlaku itu sebagai tektik Umno hendak memusnah atau pun damegkan Pas sebagai parti Islam. Sebenarnya tuduhan itu agak rakus dan kurang cermat.

Ini sedikit sebanyak ada salah Pas. Saya sudah mengatakan Pas seharusnya tidak memerlukan siasatan mengenai apa yang berlaku. Pas boleh mendapat maklumat daripada Exco agama yang berkebetulan ahlinya. Lagi pun Exco iaini Hasan Ali sudah jelaskan kepada Pas duduk perkara sebenarnya. Apa bila ada ahli yang terus mahu menyiasat sendiri dengan mengadakan perjumpaan dengan pihak gereja ia menunjukkan Pas tidak percaya kepada ahlinya sendiri.

Dalam soal ini sentimen dan dendam politik hendaklah diketepikan dan semua pihak menghalakan kepada satu tujuan - iaitu untuk membela Islam. Sepatutnya perbezaan pendapat dalam mencari kemenangan tidak mengaitkan atau dikaitkan dengan soal-soal agama, kerana soal agama adalah soal spritual bukan politik.

Setiausaha Agung Pas, Mustapa Ali pula telah mendakwa tindakan Jais itu sebagai didalangi oleh Umno. Tentunya Umno akan merasa marah dan tercabar dengan apa dibayangkan Mustapa Ali. Mustapa pula menurutunya ada info-info dan maklumat mengenai peranan Umno itu.

Mustapa dalam satu kenyataan sebelum ini membayangkan sebuah parti Melayu terbesar ada berperanan terhadap Jais untuk menimbulkan isu-isu berkaitan politik yang dikira memberi untung kepada parti berkenaan. Adalah dipercayai bayangan Mustapa itu tertuju kepada Umno.
Pendirian Mustapa itu menunujukan dakwaan beliau itu bukan main-main. Semestinya beliau tidak akan membuat kenyataan itu sekiranya tidak ada bukti jelas. Mustapa mungkin tahu bahananya kalau ia sekadar iseng-isengan saja dalam hal ini. Dia boleh dihadap ke mahkamah oleh Umno.

Setiausaha Umno Selangor Mohd Zain Abdullah dalam satu kenyataanya memberi tempoh tiga hari supaya Mustapa meminta maaf. Bagaimana pun Msutapa dengan tegas mengatakan dia tidak akan memohon maaf kerana apa yang diucapkan itu ada kebenarannya.

Di sini salah satu bukti menunjukkan Umno terlibat dalam gerakan Jais seperti mana disebut Mustapa itu apabila akhbar milik Umno, Utusan Malaysia sangat ke depan dalam isu ini. Cara akhbar Umno itu mendedahkan isu-isu yang ada hubung kait dengan Jais jelas dan nyata akan maksudnya. Mungkin dari sini antara bukti yang diguna pakai oleh Mustapa.

Seharusnya pertelingkahan dan tuduh menuduh dalam isu agama ini tidak berlaku. Pas tidak perlu menuduh Umno dan Umno pula tidak perlu cuba memburukkan Pas kononya membela pihak gereja. Ngo berdemonstrasi mempertahankan tindakan Jais seharusnya tidak disulami dengan tindakan mengecam mana-mana pemimpin Pas atau pemimpin kerajaan Selangor. Cara dan tindakan buruk itu bukan memudahkan penyelesaian tetapi merumitkan lagi.

Sekali lagi mungkin kerana kerenah itulah menyebabkan Mustafa beranggapan ia ada kena mengena dengan Umno.

Apa yang patut berlaku dalam isu gereja atau pun aktiviti cuba memurtadkan orang Islam ini kedua parti duduk semeja berbincang macam mana hendak mengatasinya. Kalau perlu pemimpin tertinggi Pas duduk bersama pemimpin Umno bersama Mufti dan pihak berkuasa lain duduk. Sebab amanah dan tanggungjawab menjaga agama ini bukan hak sesiapa.

Selagi isu itu ditangani secara berasingan maka ia tidak dapat dielakkan akan timbul prejudis yang akhirnya menyebabkan kedua pihak akan terus dipisahkan oleh jurang menggerunkan. Dalam hal ini juga Pas tidak perlu terlalu menjaga hati rakan-rakan politik lain yang tidak beragama Islam kerana bimbangkan kepada kepentingan politik. Isu agama hendaklah dilihat terpisah dari isu politik.

Tidak timbul mana-mana pihak baru ingin menerima hakikat atas apa yang berlaku setelah Jais membawa ke mahkamah. Mahkamah itu urusan lain. Di sini apa yang pentingnya setiap dari umat Islam harus bertanggungjawab menjaga kesucian agama Islam. Sama ada apa benar berlaku murtad atau tidak di gereja berkenaan, umat Islam perlu senantiasa berada dalam keadaan berwaspada dengan segala kemungkinan.

Telah termaklum lama sebelum ini antara sebab kenapa pertahanan akidah dan politik kita rapuh dan mudah dibolosi musuh ialah kerana tidak wujudnya persefahaman sesama kita. Sengketa menjadi ruang dan lubang yang sering diambil kesempatan oleh musuh

EKSKLUSIF! Video Saiful Bersama TV3... Perhatikan dahinya..

AnakSgDerhaka
Selasa dan Rabu lalu, Mohd Saiful keudara menerusi program berita TV3 Buletin Utama. Dalam wawancara eksklusif itu, beliau menceritakan kesukaran yang ditanggungnya akibat kes liwat itu.


Ketika diwawancara pada 15 Ogos 2011 maka genaplah tiga tahun kes Mohd Saiful Bukhari Azlan mengangkat sumpah laknat di Dewan Utama, Masjid Wilayah Persekutuan, Jalan Duta, Kuala Lumpur mengatakan kononnya diliwat oleh majikannya Datuk Seri Anwar Ibrahim.


Dan setelah tiga tahun kes ini berlalu tiada siapa yang tahu bagaimana si Saiful ini menyara kehidupannya.. adakah ayahnya masih menyara kehidupan seharian anaknya yang sudah tua Bangka ini?

Setelah tiga tahun berlalu.. tanda hitam didahi (yang biasanya terjadi hasil dari kerajinan mengerjakan solat) yang pada awal perbicaraannya amat ketara kini sudah pudar..lihat gambar diatas..dan lihat juga rakaman video dibawah.


Adakah tanda di dahinya itu telah hilang kerana beliau sering mengambil air sembahyang pula? apa ke hal ni yop?


Video sila lihat di SINI

Kantoi Lagii..Pengarah JAIS Tidak Tahu Tentang Operasi Siasat Gereja..??


Kontroversi tindakan Jabatan Agama Islam Selangor (JAIS) melakukan pemeriksaan terhadap Gereja Methodis Damansara Utama (DUMC) terus berlarutan apabila kini timbul dakwaan Pengarahnya, Marzuki Hussin tidak tahu-menahu mengenai operasi itu.


Sumber dalaman JAIS menyatakan bahawa Marzuki tidak dimaklumkan mengenai operasi yang dijalankan oleh Bahagian Penguat kuasa JAIS dan polis pada malam 3 Ogos lalu.

"Pengarah tidak dimaklumkan tentang operasi itu. Sebab itu operasi malam itu dibuat tanpa persedian rapi," kata sumber berkenaan.

Justeru menurut sumber itu lagi timbul tanda tanya berhubung pihak yang mengeluarkan arahan atau memberi kelulusan agar operasi itu dilaksanakan.

Selain itu difahamkan juga jumlah 12 individu Islam yang dilaporkan menghadiri majlis makan malam anjuran komuniti gereja di DUMC itu tidak tepat berdasarkan fakta bahawa hanya sepuluh daripada mereka diwakili peguam dari firma guaman Tetuan Lee Hishammuddin.

"Dua lagi individu itu 'tidak formal', tapi kesemua 12 yang diperiksa itu memang hadir beri keterangan agar tidak menimbulkan syak," katanya lagi.

Sumber berkenaan bagaimanapun enggan mengulas lanjut mengenai apa yang dimaksudkan dengan 'tidak formal'.

Baru-baru ini Setiausaha Agung Pas, Datuk Mustafa Ali mendakwa mempunyai bukti bahawa Umno mendalangi pemeriksaan JAIS terhadap DUMC.

Mustafa turut mengatakan Umno memainkan peranan dalam mempolitikkan isu itu ekoran tindakan JAIS yang sehingga kini belum mendedahkan hasil siasatan mereka ke atas gereja tersebut.

Siasat kewujudan dalang Umno dalam isu Jais-DUMC

SHAH ALAM: Dewan Pemuda PAS Negeri Selangor (DPPNS) hari ini menggesa agar siasatan dijalankan apabila wujudnya dakwaan penglibatan Umno semasa pemeriksaan Jabatan Agama Islam (Jais) ke atas Gereja Methodist Damansara Utama (DUMC).
Ini berikutan dakwaan Setiausaha Agong PAS Datuk Mustafa Ali sebelum ini mengatakan Umno berperanan dalam pemeriksaan yang dilakukan oleh Jais ke atas DUMC 3 Ogos lalu.

Mustafa mendakwa Umno memainkan peranan dalam mempolitikkan isu tersebut ekoran tindakan Jais yang sehingga kini belum mendedahkan hasil siasatan mereka ke atas DUMC.

Tambah Mustafa, beliau sedia mendedahkan maklumat campur tangan Umno kepada Pengarah Jais Marzuki Hussin.

Begitu juga ekoran pendedahan klip video kehadiran Jais ke DUMC pada hari kejadian seperti yang ditayangkan dalam beberapa blog Umno.

Sehubungan itu, DPPNS dalam memorandumnya kepada Exco Slangor Datuk Hasan Ali dan Menteri Besar Tan Sri Khalid Ibrahim hari ini meminta agar tindakan serius diambil jika apa yang didakwa Mustafa sebelum ini benar.

Video klip
“Kami memandang serius mengenai hal ini dan minta supaya kerajaan negeri siasat bagaimana video klip tersebut dikeluarkan oleh penulis blog Umno.

“Kami juga minta jasa baik Mustafa supaya bekerjasama dengan kerajaan negeri dan Pemuda supaya isu ini diselesaikan dengan sebaik mungkin,” kata Ketua Pemuda PAS Selangor, Hasbullah Ridzwan kepada pemberita di pejabat Dr Hasan di Bangunan Setiausaha Kerajaan (SUK) Negeri di sini hari ini.

Sementara itu, Timbalan Ketua DPPNS Mohd Sany Hamzan menyifatkan tindakan penulis blog yang menyiarkan klip video rakaman Jais pada malam kejadian sebagai satu penderhakaan kepada Sultan.

Katanya, Jais dalam responnya terhadap PAS minggu lalu berkata tidak akan ada sebarang pertemuan atau penjelasan dengan mana-mana pihak seperti yang dititahkan Sultan sehingga siasatan selesai.

Namun, beliau berkata Umno mengingkari arahan tersebut malah terus menyiarkan klip video terbabit melalui blog “Screwkuat” dan beberapa blog milik penulis upahan Umno.

“Sultan sudah keluar titah jangan keluarkan apa-apa kenyataan sebab itu Dr Hasan tak mahu berjumpa dengan pihak media atau sesiapa kerana dia akur dengan titah Sultan.

“Tetapi Umno yang selama ini mempertahankan institusi Raja bertindak mengingkari arahan Sultan,” katanya.

Mashitah Ibrahim cuba tegak benang basah

Pembaca anti murtad
Saya berhajat untuk membalas tulisan Dr Mashitah Ibrahim bertajuk “Isu Murtad: PAS Pilih JAIS atau DAP?” Artikel beliau disiarkan di dalam Sinar Harian pada 12 Ogos 2011.

Secara mudahnya, Mashitah cuba memberi gambaran bahawa PAS telah membuang perjuangan Islam kerana tidak menyebelahi JAIS. Mashitah juga cuba menyebar fitnah kononnya sikap dingin PAS terhadap murtad adalah kerana hubungan PAS dengan DAP.

Lupakah Mashitah parti yang beliau wakili telah meluluskan Akta Kesalahan Jenayah Syariah (Wilayah-Wilayah Pesekutuan) 1997 (Akta 559). Sesiapa yang merujuk kepada Akta tersebut akan melihat bahawa “Murtad” tidak menjadi salah satu dari kesalahan jenayah Syariah di dalam Wilayah-Wilayah Persekutuan.

Siapakah yang telah meluluskan Akta Jenayah Syariah ini? Adakah DAP? Adakah Ambiga? Adakah Gereja Methodist Damansara Utama?


Atau, bukankah yang meluluskannya adalah Umno?

Maka, bolehkah kita katakan Umno sendiri penyokong kepada murtad secara sukarela memandangkan murtad dihalalkan di Wilayah2 Persekutuan.

Tidak hairanlah Lina Joy tidak boleh didakwa di Mahkamah Syariah atas jenayah murtad memandangkan Lina Joy dibaptiskan di sebuah gereja di Brickfield (yang berada di dalam Wilayah Persekutuan).

Malahan, kalau saya mahu pergi jauh ke lubuk sejarah, Umno telah bersikap dingin terhadap murtadnya Natrah.

Allahyarham Haji Ahmad Fuad menulis dalam bukunya yang bertajuk “Ulamak Malaya Belum Bersatu dan Belum Punya Persatuan” di mana beliau menyifatkan kedudukan ulamak ketika itu umpama sampah yang tidak dihargai kerana tiada kekuatan.

Lebih-lebih lagi ketika itu ulamak telah muak dengan sikap Umno yang mengabaikan isu permurtadan Natrah, penganjuran judi loteri, fun fair, kaberat dan lain-lain.

Dan menjadi maklumat umum, usaha Allahyarham Tuan Haji Ahmad Fuad menubuhkan Persatuan Ulama Malaya telah membawa kepada tertubuhnya Partai Islam Setanah Melayu, ringkasnya PAS.

Dengan kata lain, PERMURTADAN NATRAH adalah salah satu faktor yang membawa kepada perpecahan dalam Umno yang telah membuahkan PAS. PAS ditubuhkan atas sikap Umno yang dingin dan senyap dalam isu murtadnya Natrah.

Peristiwa Natrah mengajar kita betapa tingginya toleransi Umno terhadap jenayah murtad. Sehingga sejarah mengajar kita kebangkitan orang Islam di Singapura dalam peristiwa Natrah dipimpin oleh bekas Presiden PAS (Allahyarham Burhanuddin Helmi) serta Allahyarham Karim Ghani. Umno pada masa itu bersikap senyap sunyi dan dingin.

Jangan juga kita lupa betapa Umno beberapa kali menghalang usaha PAS untuk membentangkan rang undang-undang pribadi yang bakal mengharamkan murtad. Kalau Umno ikhlas menangani murtad sudah tentu Umno yang akan membentang rang undang-undang murtad di Parlimen sekaligus mengharamkan murtad sama sekali.

Namun, Akta Jenayah Shariah yang diluluskan oleh Umno untuk Wilayah Persekutuan sendiri tidak mengharamkan murtad.

Jelaslah Umno selama ini bertoleransi dengan murtad. Rekod Umno di dalam memerangi murtad adalah amat buruk dan sangat-sangat dikesali.

Maka, apakah hak Mashitah untuk mengkritik PAS hanya kerana PAS bersikap hati-hati dengan JAIS? Bukankah JAIS sendiri tidak konsisten di dalam menangani gejala murtad?

Mengapa gereja DUMC yang kesnya tidak jelas boleh diserbu sebegitu namun Masjid Qadyani di Kampung Nakhoda terus dibiarkan beroperasi sehingga sekarang?

Amat tidak wajar bagi Mashitah memburuk-burukan PAS sebegini.

Lebih-lebih lagi UMNO sendiri mempunyai rekod yang tersangat buruk dari segi murtad.

Daftar pemilih: 5 lagi nama untuk dijejak Sinar Harian

Harakahdaily
KUALA LUMPUR, 19 Ogos: Ekoran Sinar Harian berjaya menjejaki En Azhar Bin Ahmad, Pn Besah Binti Mat dan En Mansor Bin Ahmad dan mengesahkan kesahihan kad pengenalan masing-masing, Dewan Pemuda PAS Pusat hari ini mendedahkan lima lagi nama "jarang didengar".

Tindakan akhbar itu juga telah berjaya menarik perhatian rakyat Malaysia untuk terus bersama Pemuda PAS membongkar ruang-ruang manipulasi dalam pilihanraya di negara kita.

Sambil mengucapkan terima kasih atas usaha murni akhbar bahasa Melayu itu, Exco dewan itu Suhaizan Kaiat mahu akhbar itu menjejaki lima lagi nama yang didakwa mempunyai klon kad pengenalan.

Lima nama yang dimaksudkan adalah seperti berikut:

1. Jumaayah Bin Alus
No MyKad (pertama): 511122105834
No MyKad (kedua): 511122105754
Kedua-duanya dibezakan pada digit ke-10 dan ke-11.

2. Sainam Binti Tukisan
No MyKad (pertama): 500307105490
No MyKad (kedua): 500307105474
Kedua-duanya di bezakan pada digit ke 11 dan 12 sahaja.

3. Katimah Binti Kadni
No MyKad (pertama): 500808015282
No MyKad (kedua): 500808015290
Kedua-duanya dibezakan oleh digit ke-11 dan ke-12

4. Nesam Banu Bt Mohammad Fahmi (Pengundi Pos)
No Tentera (pertama): T373594
No Tentera (kedua): T375594
Kedua-dua nombor tentera ini dibezakan pada digit ke-4 sahaja.

5. Lanuddin Bin Ngah Mat Nasir (Pengundi Pos)
No Tentera (pertama): RF107781
No Tentera (kedua): RF107881
Kedua-dua nombor keanggotaan ini dibezakan pada digit ke-6.

"Oleh itu saya mohon kepada Pihak Sinar Harian dan mana-mana pihak agar membuat semakkan terhadap data tersebut," kata Suhaizan yang juga Pengerusi Pemulihan Demokrasi dan Mobilisasi Dewan Pemuda PAS Pusat.

Mengulas kenyataan salah seorang Besah yang dipetik akhbar itu sebagai berkata bahawa beliau kesal dengan fitnah PAS yang menuduhnya mengundi dua kali, Suhaizan berkata tidak timbul soal tuduh-menuduh itu.

Ia kerana pihak mereka sedang membuat kajian terhadap kad pengenalan klon dalam daftar pemilih SPR seperti yang pernah di sebut oleh Timbalan Pengerusi SPR Dato Wan Ahmad bin Wan Omar pada 24hb Julai 2011 dalam akhbar The Star.

"Pemuda PAS tetap yakin bahawa pengundi hantu atau pengundi klon benar-benar wujud dalam daftar pemilih SPR. Enam data yang saya keluarkan hanyalah 6 daripada ribuan data yang dimiliki oleh Dewan Pemuda PAS.

"Kajian tahap satu telah pemuda PAS lakanakan dengan menggunakan nama yang biasa dimiliki oleh rakyat Malaysia. Maka langkah seterusnya adalah PemudaPAS mahu mengeluarkan enam data bagi nama-nama yang jarang dimiliki oleh rakyat Malaysia," katanya merujuk kepada nama-nama seperti telah dinyatakan di atas.

Pada masa yang sama, beliau turut mengucapkan terima kasih kepada En Azhar Bin Ahmad, Pn Besah Binti Mat dan En Mansor Bin Ahmad yang telah mengesahkan kesahihan kad pengenalan masing-masing.

Panas : Kutuk Anwar Ibrahim ialah subjek terbaru di universiti!

amenoworld
WOW..
Universiti sekarang memang berbeza dari universiti dulu ye? Adakah perkara di bawah neh ialah subjek terbaru kolej / universiti kita ?
1. Teoh beng hock <-- Belajar cara terjun bangunan ka?

2. Kugen dan aminurasyid <-- belajar cara mengelak dari kena bunuh dengan polis ka?

3. Altantuya <-- belajar cara mengelak bom ka?

4. Kes liwat dsai <-- belajar cara menfitnah dengan budak pondan ka?

5. Seks dsai <-- belajar cara buat video seks ka?

5. Interlok <-- belajar kutuk bangsa orang lain ka?

6. ISA <-- belajar ugut orang ka?

7. Bersih <-- belajar cara mengharamkan demokrasi ka?
Lihat gambar di bawah neh ;
Kisah nya begini. Pada hari ahad yang lepas berlaku satu ceramah tentang keselamatan dalam negara oleh superitendant polis kedah. Sesi ceramah yang konon nya berkaitan pasal soal keselamatan dalam negara menjadikan 7 subjek di atas daripada sub topic yang dibincangkan kepada budak2 muda yang berusia 19 hingga ke 20 an.

Dalam sesi "perbincangan" tue jelas wujud unsur2 brainswashing minda budak2 neh agar menyebelahi pihak polis + kerajaan + pihak penguatkuasa kerajaan. Pihak yang memberikan ceramah [andai boleh di anggap sebagai "ceramah" disini] ialah terdiri daripada dua individu iaitu;

Superintendendent mohd yusri bin mohd yunus yang juga pegawai turus ancaman sosial pdrm cawangan khas kedah. <-- Siap tayang video sumpah laknat sekali tue.. woitt apa kena mengena isu kes mahkamah anwar ibrahim dengan budak2 yang baru masuk kolej neh hah?

Ybhg dato' wira othman abdul yang naib presiden mubarak malaysia. <-- dia kutuk2 pas dan bersih dalam sesi orentasi tue. Wooorr kutuk2 pas yer? Perang raih sokongan dalam universiti ka? Adil ka buat macam neh? Pakatan pun nak buat juga laa.. boleh lah yerk? Baru lah adil kan..?

Untuk rekod korang sesi ceramah pasal isu keselamatan negara neh dibuat untuk budak2 dari kolej perubatan yang aku takmo dedahkan dari mana. Budak2 yang baru masuk kolej. Lebih kurang macam sesi orentasi lah. Itu sebab dorang kena jejak ceramah neh. Benda neh dibuat di dalam salah satu universiti tempatan.

Bayangkan yerk, neh yang kita tahu. Yang kita taktahu mungkin ada banyak lagi. Mereka masuk ke kolej demi kolej, universiti demi universiti untuk brainwash minda budak2 neh agar membenci pakatan rakyat. Tapi dalam masa yang sama dorang gak pongpang2 agar jangan babitkan dan dedahkan bebudak neh denga politik. Dah tue apa pula yang dorang neh buat? Kalau bukan politik nak panggil apa pula?

Kalau rasa dah hebat dan betul sangat, kita deal aje depan2. Kutuk aje depan2. Aku teringin sangat nak tengok apa benda yang dorang bebelkan dalam sesi orentasi neh. Kalau ada di antara korang yang pernah pergi ke sesi cuci minda macam neh dan ada rakaman, minta diberikan kepada aku. Nak gak aku tahu apa yang dorang cuak sangat sampai beria2 masuk universiti sekarang neh untuk cari undi dan sokongan orang muda agar memihak mereka.

Ameno: Ini terdesak gila neh.. siyes. Betul2 terdesak giler.