Perjuangan Berat Julianne Scasny Menjadi Muslimah

Friska Yolandha
Julianne Scasny
Ia tak pernah berhenti berdoa agar diberi kesempatan untuk mendalami Islam ketika dewasa. Kini, doa itu terkabul.

Suatu hari, Julianne Scasny mengikuti kelas sejarah. Tema yang dipelajari hari itu tentang sejarah agama-agama besar di dunia. Di depan ruang kelas, sang guru tengah menjelaskan agama Islam. Saat guru itu tengah asyik bercerita tentang Islam, seorang teman Julianne protes.

Pelajar yang berasal Mesir dan beragama Islam itu tak sependapat dengan penjelasan gurunya. Pelajar Muslim itu membetulkan dan meluruskan maklumat yang salah tentang Islam.

'' Wow, dia berani sekali membantah guru,'' ujar Julianne. Sejak terjadi perdebatan antara temannya yang Muslim dengan guru sejarah itulah, wanita kelahiran Michigan, Amerika Syarikat (AS) tersebut mulai tertarik pada Islam.

Julianne sangat penasaran dengan Islam. Pada suatu hari, ia pun bertanya kepada temannya yang beragama Islam tentang perbezaan antara Katolik - agama yang saat itu dianutnya - dan Islam. Sayangnya, temannya itu tak banyak memberi penjelasan. Rasa ingin tahunya tentang Islam pun tak dipenuhi.

Ia tak menyerah. Untuk mencari tahu tentang Islam, Julianne pun mengunjungi rumah teman sekelasnya yang Muslim itu. Ia lalu meminjam Al-Quran dari ibu bapa temannya. Tentu saja, Al-Quran yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggeris.

Hati Julianne bergetar saat membaca Al-Quran. Gadis pecinta sastera dan pemuja puisi itu sangat terpesona dengan bahasa kitab suci umat Islam yang amat indah. Minat pada keindahan bahasa Al-Quran mendorongnya untuk membaca seluruh ayat-ayat suci itu.

Dalam kalbunya terbesit sebuah keyakinan. '' Anda kitab ini ditulis dalam bahasa Inggeris, sekalipun, penulisnya tak mungkin seorang manusia. Ini firman Tuhan,'' ujar Julianne dalam hati.

Ia begitu yakin dengan kebenaran dari Al-Quran. '' Dan saya menjadi Muslim di dalam hati,'' kata wanita pernah berkeinginan menjadi seorang biarawati itu.

Julianne pun mengucap dua kalimah syahadah. Ia bertekad menjadi seorang Muslimah, meski cabaran berat harus dihadapinya. Dalam hatinya telah tertanam sebuah keyakinan bahawa Islam adalah agama yang paling benar.
                                                                            ***
Julianne berasal dari keluarga keturunan Poland-Syria. Ia terlahir pada 25 April 1982. Ayahnya adalah seorang campuran Poland dan Slovakia, sedang ibunya seorang Halab, Syria yang lahir di Detroit. Julianne pun lahir sebagai Katolik di Detroit, Michigan.

Kedua orangtuanya murka begitu tahu bahawa Julianne telah memeluk Islam. Mereka tak boleh menerimanya, terutama sang ibu. Sebenarnya, ia amat berharap orangtuanya dapat menerima Islam sebagai agamanya, namun ternyata sebaliknya.

Ibunya berusaha melarangnya berteman dengan orang-orang Muslim. Sang ibu juga kerap menelefon ibu bapa temannya agar tak lagi mendakwahkan Islam kepada Julianne. Saat itu, ia begitu bingung. Namun, imannya tak goyah sedikitpun.

Setiap hari sang ayah membongkar biliknya. Semua barang-barang bernuansa Islam yang ada di bilik Julianne seperti sejadah, hijab, dan Al-Quran disita ayahnya. Julianne terpaksa menyembunyikan Al-Quran di pengudaraan penghawa dingin agar tak dapat terjangkau ayahnya. Ia amat bimbang kedua orangtuanya akan membuang Al-Quran itu.
                                                                              ***
Pelbagai usaha dilakukan kedua orangtuanya agar Julinanne melepas keyakinannya sebagai Muslim. Mereka berusaha mengajaknya ke gereja. Suatu hari ibunya berupaya mempertemukannya dengan seorang pendeta. Di hadapan pendeta, Juliane mengatakan amat cinta kepada Islam.

'' Aku tak habis piker. Bagaimana sesuatu yang indah ini (Islam) dianggap buruk oleh orang-orang,'' ucap Julianne. Pendeta tersebut mengatakan bahawa mimpi Julianne yang pergi ke negara Muslim sambil berhijab adalah perbuatan setan. "Saya tidak dapat melupakan wajahnya, ia kelihatan seperti setan ketika ia mengatakan itu,'' ujarnya menggebu-gebu.

Julianne juga mengisahkan bagaimana ibunya sering berbohong. Sang ibu kerap menghidangkan masakan yang diperbuat daripada babi, namun mengaku diperbuat daripada daging lembu. Sebagai seorang Muslimah, Julianne amat selektif dalam memilih makanan. Ia harus memastikan hidangan yang disantapnya halal.

Ia pun memeriksa pembungkus makanan yang dihidangkan ibunya. Ternyata dugaannya benar, masakan yang disajikan itu terbuat dari daging babi. Ayahnya pun pernah membuatnya memilih untuk tinggal di rumah sebagai seorang Katolik atau meninggalkan rumah.

'' Solat adalah sesuatu yang sangat sukar dilakukan di rumah, mereka mengolok-olok ketika saya solat,'' ujarnya. Sejujurnya Julianne mengaku sangat sakit hati diperlakukan seburuk itu. Keluarganya selalu menghina Islam, agama yang dianutnya.
***
Julianne mengaku mempelajari solat dalam bahasa Arab secara otodidak melalui video dan buku-buku. Ia juga mulai menjelaskan tentang Islam kepada adik perempuannya. Mengatui hal itu, kedua ibu bapa Julianne mengancam akan mengusirnya dari rumah.

Julianne pun berhenti mengajarkan Islam kepada adiknya. Meski begitu, ia sempat mengatakan banyak hal kepada adiknya tentang Islam. Adiknya pun mulai tertarik dan bahkan mula mempersoalkan beberapa perkara tentang Islam.

Berada di bawah tekanan dari kedua orangtuanya, Julianne pun mulai kesulitan untuk menunaikan solat. Ia sempat berhenti melakukan solat. Ia tak pernah berhenti berdoa di dalam hati agar diberi kesempatan untuk mendalami Islam ketika dewasa.

Tidak seorang pun menyokong keislamannya, kecuali ibu bapa rakan-rakannya yang meminta Julianne agar mendengar nasihat kedua orangtuanya. Teman-teman Muslimnya juga tidak benar-benar memahami apa yang dialaminya. Barangkali, mereka sendiri belum benar-benar dewasa dan mengerti tentang Islam secara baik.
                                                                              ***
Ketika usianya menginjak 20 tahun dan sudah berstatus sebagai mahasiswi, doa Julianne yang ingin mendalami Islam terkabul. Ia mendapat kabar di sekitar lingkungannya dibina sebuah masjid. Untuk memastikan kabar itu, ia menelefon wanita yang memberinya Al-Quran dan menanyakan tentang masjid yang baru dibina berdekatan rumahnya.

Sebelum berdiri rumah ibadah itu, masjid terdekat di daerahnya tinggal harus ditempuh selama 45 minit hingga satu jam perjalanan. Berdirinya masjid itu membuatnya amat bahagia. Julianne pun memutuskan untuk mengulang syahadatnya sebagai seorang Muslim, tepat pada bulan Ramadhan.

Ia pun komited akan mendalami Islam dan tidak lagi peduli dengan larangan kedua orangtuanya. '' Saya merasa seperti Nabi Yunus yang berada di dalam perut ikan paus. Namun saya bertekad untuk keluar dari kebiasaan buruk itu,'' kenangnya.
                                                                              ***
Julianne pun mula memakai hijab, meski kedua orangtuanya melarang. Iman dalam hatinya sudah mantap. Islam adalah jalan hidupnya. Ia sudah tak lagi menghiraukan perintah kedua ibu bapanya untuk meninggalkan Islam.

Agar boleh memakai tudung, terkadang Julianne memakainnya di kereta. Ibunya sangat kecewa. '' Ia mengatakan aku seperti seorang wanita tua, ketika aku mengenakan hijabku. Ketika ia berusaha mengambil hijab itu dari kepalaku, aku memukulnya. Astaghirullah,'' tuturnya.

Julianne benar-benar mengalami kehidupan yang berat pada masa itu. Sang ibu menilai dirinya telah membuat malu keluarga. Ibunya mengatakan tidak mahu melihat Julianne di bandar tempatnya tinggal.

Ia akhirnya tinggal di rumah neneknya. Lagi-lagi Julianne mengalami kesulitan. Ketika sedang menunaikan solat, sang nenek berteriak padanya, "Tidakkah kau mendengarku ketika aku berbicara denganmu?"

Mereka mentertawakan dan mengolok-oloknya ketika membaca Al-Quran. Datuknya, bahkan tidak mau lagi berbicara dengannya. Ibunya sempat membawa Julianne ke seorang psikoterapi. Ia pun diberi ubat psikotik. Tentu saja ia tidak mau memakannya, justru membuangnya.
                                                                                ***
'' Satu-satunya hal yang dapat ku lakukan agar keluar dari kesulitan ini adalah dengan berkahwin,'' tuturnya. Julianne pun menukar namanya menjadi Noora Alsamman. Perkahwinannya pun dilalui dengan beberapa halangan.

Ia bertemu dengan seorang Muslim dari Damsyik, Syria. Sang ibu tidak menyetujui perkahwinannya dengan calon suaminya. Julianne memutuskan untuk berkahwin secara Islam. Hal inilah yang membuat ibunya tidak setuju. Selain itu, suaminya juga adalah seorang Muslim.

'' Ibu ingin aku berkahwin dengan seorang Kristian dan melaksanakannya di gereja, "tuturnya. Ia ingin melihat anaknya memakai pakaian putih dan pernikahan tersebut disahkan di gereja.

Keteguhan hatinya pada Islam membuat perkahwinan itu akhirnya berjalan dengan lancar, walaupun sang ibu terus berusaha membatalkannya. Sang ibu memaksa Julianne untuk berpacaran terlebih dahulu dengan suaminya agar mereka saling mengenal.

Selepas berkahwin, Julianne alias Noora pindah dari Atlanta ke Houston. Setahun kemudian mereka dikurniakan seorang putra bernama Yousuf. '' Alhamdulillah, saya berharap, insyaallah boleh pindah ke Madinah,'' katanya.

Di akaun facebooknya, Noora menggabungkan nama asli dengan nama Islamnya menjadi Julianne Noora Scasny Alsamman. Status-statusnya diisi dengan mesej-mesej keislaman dan rasa syukurnya menjadi seorang Muslimah.

'' Kami bersyukur kepada Allah SWT untuk semuanya! Ya Allah, bantulah kami agar tetap bersyukur pada Ramadhan tahun ini. Terima kasih atas kurnia dan rahmat Mu selama ini. Alhomdulileh wa shokerlileh,'' tulisnya dalam status facebooknya. Kini, ia berkhidmat untuk Islam.
-republika-

Pakatan failkan saman pada SPR Isnin ini

KUALA LUMPUR 13 Julai: Pakatan Rakyat akan memfailkan saman kepada Suruhanjaya Pilihan Raya (SPR) Isnin ini berhubung isu dakwat tidak kekal, kata Naib Presiden KEADILAN, Nurul Izzah Anwar.

Ahli Parlimen Lembah Pantai itu berkata, Pengerusi SPR, Tan Sri Abdul Aziz Mohd Yusuf dan timbalannya, Datuk Wan Ahmad Wan Omar membuat kenyataan palsu berhubung dakwat kekal serta kandungan nitrat perak yang terkandung di dalamnya.

“Kami mempunyai bukti dan dokumen yang cukup untuk menyaman SPR. Mereka tidak boleh menukar kenyataan berhubung kandungan nitrat perak daripada lima ke tujuh peratus ke satu peratus dan kemudiannya mengumumkan hanya pewarna makanan,” katanya dalam satu forum yang diadakan di Kuala Lumpur hari ini.

Beliau juga menyifatkan kegagalan Jawatankuasa Khas Parlimen (PSC) membawa 22 syor PR dalam penambahbaikan perjalanan pilihan raya disebabkan Ahli Parlimen Barisan Nasional (BN) mempunyai suara majoriti dan mengetuai suruhanjaya berkenaan.

“BN mempunyai ahli yang ramai manakala Ahli Parlimen PR mempunyai suara sedikit bagi membantah usul yang diutarakan suruhanjaya berkenaan.

“Cadangan ahli parlimen PR seperti Dr Mohd Hatta Ramli, Azmin Ali dan Anthony Loke tidak mendapat perhatian sewajarnya daripada PSC,” ujarnya lapor The Malaysian Inside.

“Cadangan yang dikemukakan seperti pendaftaran pengundi secara automatik apabila berumur 21 tahun dan parlimen dibubarkan selepas empat tahun berlangsung turut tidak dilaksanakan,” katanya ketika berucap di siri seminar pasca pilihan raya yang dianjurkan Majlis Peguam, hari ini.

Beliau menggesa SPR lebih telus dalam menjalankan proses persempadanan semula yang dijangka dilakukan penghujung tahun ini.

“SPR dilihat cenderung memberi kemenangan kepada BN dengan memperluaskan kawasan yang dimonopoli mereka seperti memecahkan kawasan di Sungai Besar, Selangor namun menyatukan kawasan yang tidak diungguli mereka dengan mencantumkan kawasan parlimen Ampang dan Pandan,” katanya.

Antara syor diketengahkan PSC pada April tahun lalu ialah memberi kemudahan kepada rakyat Malaysia di luar negara sama ada mengundi di perwakilan Malaysia atau secara pos; memberi kemudahan mengundi secara pos kepada petugas SPR dan media serta membenarkan pra pendaftaran seseorang warganegara untuk didaftarkan sebagai pemiilih apabila mencapai umur 20 tahun.

KANTOI: Penyelewengan wang rakyat untuk tujuan kepartian

SAMM
Pagi ini kotak email che'GuBard menerima salinan 3 keping surat sebuah agensi kerajaan iaitu KEMAS. Ini sebuah agensi yang semua kakitangan dan programnya mendapat dana dari wang rakyat. Namun jika surat di atas benar, maka amatlah kesal kerana ia membuktikan bahawa semangnya tanpa segan silu agensi kerajaan yang sepatutnya menumpunan pembinaan dan kebajikan rakyat menjadi alat politik dan malah menggunakan dana rakyat bagi tujuan kempen pilihanraya. Dari gambar surat helaian ke tiga jelas bukan KEMAS sahaja tetapi perbagai agensi lain turut terlibat.
Persoalanya dimana SPR, buta atau membuta? Soal yang lebih penting SPR yang mengendali PRK K. Besut ini ialah SPR sama yang telah berjaya memainkan peranan menghancurkan sistem pilihanraya Malaysia dengan menjadi penipu utama dalam PRU ke 13 yang lalu.

Kerana itu che'GuBard menyatakan pendirian bahawa sebagai seorang aktivis berpendirian betapa PRK K. Besut ini seharusnya diboikot dan hentaman terhadap SPR harus diperhebat dalam dan luar negara, yakinlah jika SPR yang sama terus diberikan kepercayaan mengadili demokrasi pilihanraya Malaysia PRU ke 14 keadaan bakal menjadi lebih teruk. Walaubagaimanapun selaku anggota biasa Parti Keadilan Rakyat komponen Pakatan Rakyat mengharapkan keajaiban dengan Bn tumbang dalam PRK kali ini.

SAMM juga dengan ini Dato' Hassan Bin Md Amin, Ketua Pengarah, Jabatan Kemajuan Masyarakat, kementerian Kemajuan Luar Bandar & Wilayah agar tampil memberikan penjelasan sama ada surat ini benar atau palsu. Jika surat ini benar beliau harus meletakkan jawatan kerana salah guna kuasa dan membazirkan wang rakyat untuk program terlibat kempen politik kepartian. Begitu juga semua penjawat awam yang disebut dihelaian ke tiga surat diatas.

che'GuBard
Solidariti Anak Muda Malaysia (SAMM)

Artis dicekup tidak puasa

Artis dicekup tidak puasaKesucian 1 Ramadan yang sepatutnya dihormati, dicemari dua wanita Islam termasuk seorang pelakon drama apabila dicekup bermain mahjung di sebuah pusat siber di Bandar Puteri di sini, semalam.
Pelakon yang pernah diberi jolokan nama seorang artis seksi luar negara itu kelihatan resah dan berjalan mundar-mandir dalam bilik berkenaan apabila wajahnya dirakam.

Difahamkan, kedua-dua wanita itu dipercayai tidak berpuasa, menghisap rokok serta menikmati minuman yang terhidang dan memberi alasan sakit perut ketika dicekup di bilik VIP di tingkat tiga premis terbabit.

Ketika serbuan, wanita berusia lingkungan 30-an itu leka bermain mahjung bersama dua lelaki bukan Islam di dalam sebuah bilik kecil yang terletak di sebalik ruang permainan snuker.

Pengarah Jabatan Penguatkuasaan Majlis Perbandaran Subang Jaya (MPSJ), Mejar (B) Mohd Rasip Rasul berkata, hasil risikan dan pemantauan, pihaknya melakukan serbuan ke pusat siber yang turut menjalankan aktiviti permainan snuker itu, petang semalam.

Hasil pemeriksaan mendapati perniagaan pusat siber yang turut menawarkan aktiviti perjudian itu tidak mempunyai lesen sah daripada MPSJ.

Dalam serbuan diketuai Penolong Pegawai Penguat Kuasa MPSJ, R Ravinthran bersama 23 anggota, premis itu dikenakan tindakan sitaan manakala peralatan dirampas.

Mohd Rasip berkata, premis terbabit sudah beroperasi sejak enam bulan lalu dan menawarkan pelbagai aktiviti hiburan kepada pengunjung.

“Kami bertindak merampas 42 set komputer mengandungi perisian perjudian atas talian dan dua televisyen.

“Tindakan diambil di bawah UUK 3 Undang-undang kecil Pusat Siber MPSJ 2007 kerana menjalankan perniagaan pusat siber tanpa lesen daripada MPSJ,” katanya.

Beliau berkata, pelakon berkenaan bersama tiga rakannya kemudian dibebaskan selepas butir keterangan diri diambil.
-sinarharian-

Gigit puting, bayi ditikam ibu 90 kali (Gambar)

Gigit puting, bayi ditikam ibu 90 kali
Keadaan Xiao Bao selepas menerima rawatan.
GARA-gara menggigit puting ibunya ketika menghisap susu, seorang bayi di China yang baru berusia lapan bulan ditikam sebanyak 90 kali menggunakan gunting.

Xiao Bao ditemui bapa saudaranya dalam keadaan berlumuran darah lalu bayi malang itu dikejarkan ke hospital.

Dipetik dari Dailymail, nyawa Xiao Bao terselamat dan doktor yang merawatnya terpaksa menjahit hampir sebahagian besar wajahnya dengan 100 jahitan.

Ibu 'naik hantu' puting digigit, tikam anak guna guntingSi ibu kemudiannya mengakui telah mencucuk bayinya itu.
Jiran-jiran yang mengetahui perkara tersebut meminta kepada pihak berkuasa tempatan agar mengambil Xia Bao dari penjagaan ibu kandungnya itu.

Namun pihak berkuasa tidak dapat mencampuri kes tersebut kerana bayi itu sudah memiliki dua orang bapa saudara.

Mereka juga mengatakan tidak menemukan sebarang tanda yang menunjukkan ibu kandung Xiao Bao mengalami ganguan jiwa.

BONGKAR!! Israel Bukan Musuh Arab? [Saksikan...]

matuse68
[Terkini Isu Semasa Mesir]
Khamis | 11 Julai 2013 | 09.15 pagi

Ketua Polis Dubai : Israel bukan musuh Arab. Tetapi musuh kita ialah Ikhwan Muslimin.

UAE telah menyuntik dana 3 billion ke Mesir selepas berjaya menumbangkan Dr.Muhammad Mursi

Ya Allah kau laknatkan mereka yang menentangMu. Berikan kemenangan kepada Dr.Muhammad Mursi dan rakyatnya.

-tranungkite-

Akibat Habuan Tak Cukup Mula Gigit Tuan

WTKO

Ini lagi seronok bagaimana nak buat Datuk Rohani, Ahli Parlimen Batang Lupar telah membuat komen terbuka dalam blog kerana tak puas hati tak cukup makan selepas bekerja kuat memenangkan UMNO.


Dia orang ingat duit kerajaan tu duit mak bapak dia orang ke? Baca petikan komen terbuka di bawah.

Sangkakala dapat tahu bahawa Datuk Rohani, Ahli Parlimen Batang Lupar membawa jentera mengundi beliau ke Kuala Lumpur bermula pada 1 hinggalah ke 6 haribulan.

Bagus apa yang dilakukan oleh Menteri Pembangunan Wanita ini kerana menghargai jentera jentera pilihanraya beliau.

Sangkakala dengar sampai 3 bas tu daripada Sarawak dan sudah pastilah mereka yang dibawa ke Kuala Lumpur itu berasa amat gembira.

Tapi apa yang Sangkakala dengar lagi, ada kelainan pulak dalam trip rombongan kali ini, Datuk Rohani bukan membawa mereka melancong, tapi membawa mereka ke rumah tumpangan orang orang tua dan anak anak yatim.

Kalau nak melawat setakat tempat tempat macam tu, tak payah lah bawa sampai ke Kuala Lumpur Datuk, di Sarawak pun banyak, silap silap boleh buat acara gotong royong lagi.

Apa yang Sangkakala dengar lagi mereka ini ditempatkan di hotel bajet sekitar kawasan masjid India di ibu kota, dan Datuk Rohani sendiri menginap di hotel Legend.

Bukanlah Sangkakala marah, tapi Sangkakala cuma menegur, kalau nak bawa rombongan jentera biarlah ikhlas, walaupun dekat tapi berbaloi dengan usaha mereka bagi memenangkan Datuk di kawasan.

Apa yang lebih mengecewakan lagi, Sangkakala dapat tahu juga bahawa makan para peserta rombongan hanya diberi pada waktu siang, dan waktu malam, mereka makan sendiri.

Kesian le pada mereka tu Datuk, tak banyak mana pun kalau Datuk tanggung semua tu.

Nak tau mana Sangkakala dapat cerita, pakcik Sangkakala pun ada sama dalam rombongan tersebut, dan beberapa malam lepas, Sangkakala telah berjumpa dengan beliau, dan oleh kerana kesian, Sangkakala belikan pula makanan untuk seorang lagi saudara Sangkakala yang turut sama dalam rombongan tersebut.

Macam Sangkakala katakan tadi, kalau tak mampu, bawa mereka ke kawasan berdekatan, tapi biarlah berbaloi, jangan bawa jauh jauh, tapi menyukarkan mereka.

Hutang isi rumah semakin tinggi: Salah siapa?

Ibn Yusof

HUTANG hasil pembelian rumah, kereta, pinjaman peribadi, kad kredit, pinjaman PTPTN dan pelbagai jenis hutang yang menjadi bebanA money changer counts Malaysian ringgit utama dalam keseluruhan hutang isi rumah.


Peningkatan hutang isu rumah yang ditanggung rakyat kini berada pada tahap yang sangat membimbangkan, menurut Timbalan Menteri Kewangan, Datuk Ahmad Maslan, hutang isi rumah sudah mencecah RM800 bilion atau 89.2 peratus Keluaran Dalam Negara Kasar (KDNK) (2012: 80.5%, 2011: 76.6%, 2010: 75.8%). Ratio ini secara relatifnya antara yang tertinggi, berbanding negara serantau. Manakala purata pendapatan isi rumah terus lembab pada peningkaran sekitar 8% saban tahun (2012: RM5,000).

Abaikan fakta nombor dan angka itu, dalam erti kata lain, setiap isi rumah di Malaysia sekarang berhutang dan kebanyakannya melebihi daripada apa yang sepatutnya dan terjerat dalam hutang yang berpanjangan. Golongan berpendapatan rendah dan penjawat awam negara ini yang kini berada dalam nisbah hutang yang lebih tinggi sekali gus meningkatkan bebanan keseluruhan isi rumah. Awal tahun ini, ketika mengulas mengenai hutang isi rumah kepada KDNK, sesuatu yang lebih mengejutkan apabila dinyatakan satu daripada lima rakyat Malaysia tidak mempunyai simpanan (The Star, 27-02-2013).

Ya kita mengiktiraf usaha baik Bank Negara Malaysia (BNM) yang mengambil pelbagai langkah awalan menyeluruh termasuk mengeluarkan beberapa garis panduan untuk mengawal aliran peningkatan hutang isi rumah. Contohnya, Garis Panduan mengenai Pembiayaan Bertanggungjawab yang berperanan agar pihak institusi kewangan tidak sewenang-wenangnya menawarkan pelbagai jenis produk pembiayaan yang sedap didengar hanya untuk melariskan produk mereka, dan juga Garis Panduan Kad Kredit untuk menggalakkan pemegang kad kredit mengamalkan amalan pengurusan kewangan berhemat, dan pelbagai rancangan lain BNM bagi memberi kesedaran awam dan celik kewangan.

Namun ironinya, saban tahun laporan ekonomi sentiasa mencatatkan ‘ayat-ayat positif’ daripada pihak bertangungjawab seperti, “masih belum sampai ke tahap kritikal”, “pencegahan telah dilakukan sebelum bertambah parah”, “masih dalam pemantauan”, “akan mengarahkan institusi kewangan bersikap proaktif”, “kita sudah memperkenalkan program pendidikan kewangan”, “bahagian pemberian pinjaman isi rumah daripada jumlah pemberian pinjaman bank kekal stabil” dan lain-lain kenyataan.

Walhal, kita membicarakan tentang peminjaman isi rumah yang semakin meningkat sejak sepuluh tahun lalu, dan ayat positif sedemikian tidak langsung cocok dengan tahap keberhutangan isi rumah yang semakin meningkat saban tahun, ditambah pula harga rumah yang meningkat dan pertumbuhan kredit yang pesat.

Peningkatan harga rumah dan keberhutangan isi rumah boleh mengundang risiko kepada sektor kewangan. Kita dapat lihat pertumbuhan pantas dalam pinjaman perumahan yang meningkat pantas berbanding sewaan dan pendapatan dalam dua tahun kebelakangan ini. Menurut laporan BNM, ketika ini sektor perbankan terdedah kepada hutang isi rumah sebanyak 55%.

Walaupun institusi perbankan menjadi penyumbang utama kredit, wujud juga kebimbangan berkenaan kenaikan keberhutangan isi rumah membabitkan institusi kewangan bukan bank (IKBB). Justeru selain usaha yang dilakukan penyelia kepada institusi kewangan untuk mengekang peningkatan paras hutang yang ditawarkan institusi kewangan, kewujudan institusi lain seperti syarikat wang berlesen, koperasi dan IKBB seperti Malaysia Building Society Berhad (MBSB) atau AEON Credit Service (M) Bhd yang menawarkan pinjaman atau pembiayaan dengan tawaran yang menarik, namun institusi ini tidak berada di bawah pengawalan dan penyeliaan BNM.

Pengalaman daripada negara lain telah membuktikan bahawa antara punca utama krisis kewangan ialah apabila runtuhnya aktiviti perbankan. Para pelanggan akan mencari-cari pinjaman kredit yang lebih mudah daripada IKBB apabila perbankan sedia ada mula mengetatkan polisi untuk permohonan kredit.

Merujuk pada 2012 sahaja, peningkatan 30% dalam pinjaman peribadi sahaja diterajui IKBB yang mana 80% daripada pinjaman peribadi IKBB itu diberi kepada kakitangan kerajaan yang mempunyai akses kepada Kod Angkasa (The Edge, Financial Daily, 25-03-2013). Tambahan pula, Laporan Kestabilan Kewangan dan Sistem Pembayaran 2012 oleh BNM menyatakan bahawa IKBB serta institusi pembangunan kewangan (DFI), terbabit dalam 57% kemudahan pinjaman peribadi kepada isi rumah.

Kelebihan sesetengah IKBB menerima Kod Angkasa iaitu kebenaran untuk mengeluarkan pembiayaan peribadi kepada kakitangan kerajaan, antara punca mengapa perkhidmatan pinjaman peribadi menjadi lebih mudah. Dan dalam persekitaran yang kompetitif, apabila wujud syarikat kewangan yang merendahkan kadar faedah, ini sedikit sebanyak mempengaruhi institusi kewangan lain untuk turut berlumba-lumba merendahkan kadar faedah demi memperoleh pelanggan dan mencatat keuntungan.

Maka kita boleh lihat bagaimana pinjaman peribadi menjadi lebih mudah dan menjadi produk dan perkhidmatan yang mampu menjadi antara penyumbang utama kepada perolehan syarikat dan institusi kewangan tanpa mengambil kira fakta tahap keberhutangan isi rumah yang semakin meningkat.

Selain itu, peningkatan hutang isi rumah untuk sektor berpendapatan rendah ini dikatakan lebih menjurus kepada mereka yang berada di kawasan bandar, sektor berpendapatan rendah yang terpaksa menanggung hutang melebihi paras yang dianggap berhemat. Dan ini bertentangan dengan kenyataan Menteri Kewangan Kedua, Datuk Seri Husni Hanadzlah, bahawa peningkatan hutang isi rumah tidak kritikal, antara alasan yang diberikan adalah kerana hutang itu mempunyai aset pendasar apabila merujuk kepada pinjaman dan pembiayaan harta tanah (The Star-StarBiz, 04-07-13).

Namun fakta yang dipersembahkan di atas menunjukkan antara punca peningkatan keberhutangan isi rumah lebih menjurus kepada peningkatan ketara dalam pinjaman atau pembiayaan peribadi syarikat kewangan seperti IKBB.

Justeru, cadangan atau solusi praktikal diperlukan untuk perhatian pihak bertanggungjawab. Peningkatan keberhutangan isi rumah sedikit sebanyak disebabkan oleh promosi terhadap kemudahan memperoleh pinjaman peribadi dengan pakej yang pelbagai sebagai tarikan utama seperti kadar faedah yang rendah serta tempoh pinjaman yang lebih lama.

Oleh itu, diharap pengenalan enakmen baru melalui Akta Perkhidmatan Kewangan 2013 dan Akta Perkhidmatan Kewangan Islam 2013 dapat memastikan IKBB melaksanakan pembiayaan secara bertanggungjawab, sama seperti yang ditekankan BNM kepada semua institusi kewangan di bawah seliaan BNM. Peluasan skop pengawasan oleh BNM merangkumi penyeliaan kumpulan kewangan dan IKBB yang menjalankan aktiviti pengantaraan kewangan adalah jalan mudah mengawal aktiviti kumpulan kewangan dan IKBB, agar tidak menjadi potensi risiko kepada kestabilan kewangan negara.

Namun, selagi mana sistem kewangan sedia ada lebih banyak mendorong pasaran untuk terus bergantung hidup secara kredit atau hutang (secara berlebihan), selagi itu juga kita akan mendengar ahli ekonomi berhujah hal sebegini akan membawa kepada krisis kredit yang berupaya merendahkan kuasa beli pengguna, sekaligus mengurangkan aliran tunai dan melembapkan ekonomi domestik.

Manakala ahli sosiologi pula menyuarakan kebimbangan dengan kewujudan krisis kredit yang boleh menyebabkan tekanan, depressi, masalah mental, bunuh diri dan pergaduhan serta perpisahan antara hubungan kekeluargaan. Dan pemerhatian makro perlu dibuat sebelum pergi pada kesimpulan mudah, bahawa kegagalan isi rumah dalam mengurus kewangan berhemat sebagai punca utama mereka terjebak dalam hutang yang berlebihan.
-Roketkini.com-

Tidak sesuai untuk mereka yang kurang rajin membaca

Tuan Ibrahim Tuan Man
Wahai anakku,
Pada suatu hari, ada seorang lelaki melalui sebuah kawasan perkuburan di suatu malam yang kelam dan sunyi. Dia tetiba dikejutkan dengan suatu cahaya cukup bersilau terang terpancar dari sebuah kubur, dan terus menjulang ke langit. Pandangan itu sungguh cantik tapi juga merasa sedikit ketakutan dan berdebar.

Si lelaki terpegun seketika dan bertanya pada diri apakah kemungkinan kubur ini adalah kubur seseorang yang sangat istimewa? Apakah ia seorang waliyullah atau ulamak atau orang soleh yang istimewa kedudukannya di sisi tuhan? Jika tidak, mengapa kuburnya bercahaya? Si lelaki memberanikan diri dan mengambil sebatang kayu lalu dipacak di atas kuburan yang bercahaya itu kerana ingin melawat kubur itu keesokan harinya.

Wahai anakku,
Pada keesokannya, si lelaki itu datang menyelidik kubur siapakah yang sangat ajaib itu. Dibisik di hatinya, “Mesti allahyarham ini seorang tuan guru atau waliyullah atau alim ulamak atau orang soleh yang terkenal…”

Si lelaki bertanya-tanya kepada orang kampung sekitar dan mendapati kubur itu adalah milik seorang lelaki tua yang meninggalkan seorang isteri di sebuah pondok di hujung kampung. Si lelaki tidak berputus asa dan terus menyelidik dan melawat rumah si mati. Di sana si lelaki terjumpa dengan isteri si mati dan diceritakannya perkara yang ajaib yang berlaku semalam.

Wahai anakku,
Mendengar cerita si lelaki, isteri si mati terasa aneh, terkejut dan kehairanan. Suaminya cuma seorang petani kecil. Tidak pernah seorang yang kaya, lagi bukan seorang ahli ibadah mahupun orang soleh. Juga bukan seorang tuan guru atau waliyullah atau alim ulamak atau orang soleh yang terkenal yang disangka si lelaki. Malah menurut isteri si mati, suaminya tidak pandai membaca Quran dan dia tidak pernah mendengar suaminya membaca Quran.

Si lelaki cukup hairan dengan penjelasan isteri si mati. Apakah beliau bermimpi melihat cahaya di kubur itu? Takkanlah orang yang tak baca Quran boleh bercahaya di kuburnya.

Wahai anakku,
Namun lelaki itu tetap tidak berputus asa. Si lelaki inginkan mencari jawapan di sebalik cahaya di kubur itu dan bertanya apakah perkara-perkara aneh yang si mati selalu lakukan dalam kehidupan sehari-harinya.

Lalu, isteri si mati menjawab, suaminya akan mengambil wuduk setiap malam sebelum tidur, dan bersendirian di dalam bilik. Setelah seketika, isteri si mati baru sedar bahawa setiap malam suaminya selepas mengambil wuduk akan mengambil al-Quran di atas rak, lalu dicium dan dipeluknya dengan penuh kecintaan dan kasih sayang.

Si isteri si mati turut berkata suaminya akan duduk dan membelek al-Quran itu sehelai demi sehelai seperti sedang membaca. Diraba-rabanya ayat-ayat Quran itu di atas Quran dengan tangannya, seolah-olah sedang menyentuh dan membelai sesuatu yang sangat dikasihi. Malah kata isteri si mati, dia pernah dikejutkan tengah malam oleh rintihan dan desakan tangisan suaminya yang sangat sedih, mendayu-dayu dengan penuh penyesalan.

“Tapi suamiku seorang yang buta al-Quran,” terang isteri si mati.

Wahai anakku,
Mendengar penjelasan isteri si mati, si lelaki bertambah hairan. Lalu si lelaki bertanya, apakah yang dirintihkan dan dinangiskan si mati. Isteri si mati menjawab:

“Tuhanku! ampunkanlah aku kerana aku tidak mampu membaca kalimahMu. Janganlah engkau hukum aku di atas kebodohanku ini.”

“Wahai Kalam Allah, maafkan kesalahan ku. Aku tidak mampu membaca kalimahMu. Aku tidak dapat bersahabat denganMu. Aku tidak dapat memahamiMu. Tapi aku sangat mengasihiMu. Aku sangat mencintaimu.”

“Wahai Kalam Allah, jangan lah engkau mendakwa aku, jangan engkau menuduh aku di hadapan Tuhan di akhirat nanti.”

Malah, kata isteri si mati lagi, kadang-kadang suaminya tidak balik tidur bersamanya kerana tertidur di dalam bilik itu memeluk al-Quran dengan penuh erat.

Wahai anakku,
Mendengar penjelasan isteri si mati, si lelaki meminta izin untuk melihat al-Quran yang dimiliki suaminya.

Dibelek al-Quran itu, si lelaki terus bergenang air mata. Melihat naskah yang mulia itu kelihatan lusuh, helaian-helaiannya kelihatan selalu dibelek berkali-kali cukup mengharukan. Dibisik di hati si lelaki, “Aku pun tidak sampai begitu membelek al-Quran.”

Si lelaki tidak dapat menahan air matanya apabila benar melihat ada bekas-bekas air mata di halaman Quran milik si mati. Benarlah apa yang diceritakan isteri si mati, suaminya sering menangis berjurai air matanya tatkala membuka lembaran yang maha suci ini.

Di hati si lelaki, terus tersenyum kerana beliau dah jumpa jawapan mengapa kubur itu bercahaya. Hati si mati telah bersatu dengan roh al-Quran. Dia sangat mengasihi kalimah Tuhannya dengan sesungguhnya dan perkara ini boleh dirasai si lelaki selepas membelek al-Quran milik si mati. Sungguh mulia si mati ini. Ini bererti ia mengasihi Tuhan dengan seluruh jiwa dan raganya.

Wahai anakku,
Aku sengaja menceritakan ini kerana bimbang kamu merasai buku Quran teramat berat untuk dibuka untuk Ramadhan ini. Aku sangat berharap cerita di atas dapat membuka hatimu, menguatkan jiwamu dan meringankan tanganmu untuk mengangkat kalimah Allahmu untuk dibaca.

Wahai anakku,
Jangan sesekali kamu terpedaya dengan bisikan syaitan yang membisikkan perasaan malasmu untuk membaca Al-Quran. Syaitan terkadang menanam perasaan tidak pandai membaca untuk menjauhkan kamu dari Al-Quran. Sedangkan engkau membaca dengan mengeja satu-persatu diganjar pahala dua kali ganda oleh Allah.

Lantaran itu, berusahalah mempelajarinya. Jangan kamu merasa malu mempelajari Al-Quran, kerana tiada manusia dilahirkan dalam keadaan alim. Marilah kita bersama-sama menghidupkan al-Quran di dalam masjid kita, di dalam rumah kita, di dalam diri kita, sepanjang bulan Ramadhan, bulan pengampunan ini.

Senyum.

Akhirnya tembelangnya terbongkar juga!

benzaini

Sikap beberapa buah negara Arab terhadap pemerintahan Dr Muhammad Mursi di Mesir mencurigakan. Kenapa mereka bersikap demikian? Sama2lah kita perhatikan tindak tanduk mereka selepas kejatuhan Muirsi, ketika kejatuhannya dan semasa pemerintahannya.


Berita terbaharu mengatakan bahawa Kerajaan Arab Saudi dan Kerajaan Imarat telah bersetuju memberi bantuan kpd Kerajaan Baru Mesir masing2 sebanyak 5 dan 3 bilion dolar.

Di mana mereka selama ini ketika Kerajaan Presiden Muhammad Mursi berhempas pulas untuk mengatasi kegawatan ekonomi Mesir dan mendapat tekanan dlm perundingan dg Bank Dunia dan IMF? Ketika itu hanya Qatar yg bersedia membantu dg menyuntik pelaburan dan memberi bantuan kpd Mesir. Tetapi semua ini tidaklah menghairankan.

Sebaik sahaja Mursi digulingkan oleh tentera dan sebelum lagi Presiden Sementara, Adli Mansur, mengangkat sumpah, Raja Arab Saudi telah mengutuskan ucapan tahniah kpd beliau.

Menteri Luar Imarat pula teus terang menyatakan kegembiraan yg tidak terhingga dg kejatuhan Presiden Mursi. Inilah wajah2 kepimpinan kononnya negara Islam yg tidak tahu malu. Mereka sebenarnya bimbang dg kemunculan sebuah pemerintahan berlandaskan Islam yg sederhana melalui proses demokrasi yg berlawanan sama sekali dg sistem pemerintahan mereka yg beraja mutlak dan kolot.

Mereka bimbang kalau2 rakyat mereka akan terpengaruh dg angin perubahan yg melnda Mesir dan negara2 Afrika Utara dan bangkit menuntut perubahan yg sama dilakukan di negara2 mereka. Terdapat berita2 yg mengatakan bahawa negara2 Teluk membiayai tunjuk2 perasaan menentang Mursi di Mesir dg menyalurkan bantuan kewangan berjuta ringgit kpd puak2 liberal-sekular dan apa sahaja yg memusuhi Mursi dan pemerintahannya.

Tidaklah mustahil bahawa penunjuk2 perasaan yg menyertai gerakan "Tamarrud", "Jabhat al-Inqaz" dan seumpamanya adalah dibayar utk berkumpul beramai2 di Midan al-Tahir. Melihat kpd bantuan yg disalurkan negara2 tersebut kpd Kerajaan Sementara Mesir dokongan Tentera serta sikap negara2 itu menyambut kejatuhan Mursi, berita2 bahawa negara2 berkenaan berperanan disebalik peristiwa yg memalukan itu ternyata ada kebenarannya. WA.

Bukti Coca-cola Haram Diminum

mahmod

BUKTI COCA-COLA HARAM DIMINUM


Jadi apa rahsia untuk membuktikan Coke @ Coca-Cola adalah HARAM DI MINUM dan baca apa yang telah ditulis di dalam resepi pembuatan Coke @ Coca-Cola

The recipe formula:
· Fluid extract of Coca: 3 drams USP
· Citric acid: 3 oz
· Caffeine: 1 oz
· Sugar: 30 (unclear quantity)
· Water: 2.5 gal
· Lime juice: 2 pints, 1 quart
· Vanilla: 1 oz
· Caramel: 1.5 oz or more for color and secret 7X
· The secret 7X flavor (use 2 oz of flavor to 5 gals syrup):
· Alcohol: 8 oz
· Orange oil: 20 drops
· Lemon oil: 30 drops
· Nutmeg oil: 10 drops
· Coriander: 5 drops
· Neroli: 10 drops
· Cinnamon: 10 drops
RUMUSAN : Mulai Hari Ini Dan Seterusnya Umat Islam Adalah Diminta Jangan Sekali-Kali Membeli Dan Meminum Coca-Cola. BOIKOT COCA-COLA

WASSALAM.

APO NAK DIKATO? Projek mega Najib bermula dah ...

APO NAK DIKATO? Projek mega Najib bermula dah ...Seperti sumpahan, rakyat Malaysia berulang kali diperintah oleh diktator yang gilakan mercu tanda dan projek mega. Selepas era Dr Mahathir yang meninggalkan projek mega KLCC, KLIA serta Stadium Bukit Jalil, kini Najib pula mengerahkan pembayar cukai membiayai Menara Warisan yang bakal menjadi menjadi simbol pembaziran pentadbiran era Najib-Rosmah.
Projek Menara Warisan akan memusnahkan warisan sejarah di Stadium Merdeka dan kawasan sekitarnya dengan membina sebuah pencakar langit. Di sana berdirinya monumen yang tidak ternilai dan mungkin disentuh dinegara-negara lain yang bertamadun. Selain Stadium Merdeka yang menjadi tempat pengisytiharan kemerdekaan Malaya pada 1957, kawasan ini juga mempunyai bangunan lama dan terdapat sebatang phon yang ditanam oleh Tunku Abdul Rahman pada 31 Ogos dan dinamakan Pokok Merdeka.

Memori yang disimpan di kawasan itu tidak boleh ditukar ganti melainkan Malaysia dijajah oleh kuasa asing dan kuasa penjajah itu ingin menghilangkan ingatan rakyat terhadap sejarah tanah air mereka.

Bagaimanapun, Najib dan kabinet BN tidak mengambil kira nilai-nilai sejarah. Menara Warisan amat perlu bagi menobatkan nama Najib-Rosmah sebagai pemerintah agung. Seperti Firaun Mesir yang akan membina kuil dan piramid lebih hebat dari firaun sebelumnya, Menara Warisan dicipta menandingi ketinggian KLCC.

Kontrak pembinaan seperti biasa diserahkan kepada kroni. Spekulasi mendakwa beberapa nama yang rapat dengan Najib-Rosmah, seperti George Kent, Jho Low dan beberapa orang lagi bakal dianugerahkan projek ini.

Sekali lagi sistem kronisme diperbesarkan. Seperti pembinaan KLCC, Putrajaya dan KLIA, dana Petronas mungkin sekali lagi digunakan bagi membiayai menara itu. Kuala Lumpur telah pun mengalami kelebihan ruang pejabat untuk disewa. Usahawan berpindah ke bangunan baharu di sekitar Bukit Bintang dan Jalan Ampang, meninggalkan segitiga emas pada 1990an di sekitar Menara Maybank.

Penghijrahan ke kawasan baharu yang mengosongkan bangunan lama menunjukkan saiz ekonomi tidak berkembang dan meningkatkan kekhuatiran negara terjebak dalam krisis hutan. Namun pembinaan tetap perlu diaktifkan bagi memberi makan kepada kroni yang kelaparan.

Bersama projek untuk kroni ini adalah malapetaka kepada rakyat bawahan. Kos hidup akan melambung akibat cukai baharu yang dikenakan bagi memungut wang membiayai projek mega

Inilah sumpahan kepada rakyat kerana mengekalkan BN. Sekiranya legasi Dr Mahathir diambil kira, Menara Warisan bukan projek terakhir Najib. Sebaliknya ada tiga atau empat projek mega lain yang sedang menanti.
-KeadilanDaily-

HANGAT! Halim Saad saman kerajaan RM2 bilion

HANGAT! Halim Saad saman kerajaan RM2 bilionTaikun, Halim Saad mengambil tindakan saman RM2 bilion terhadap kerajaan Malaysia, Khazanah Nasional dan bekas menteri berkaitan penyerahan kawalan konglomerat, Renong yang bermasalah kepadanya.
Dalam kenyataan pembelaan, Tan Sri Nor Mohamed Yakcop dan dua lagi defendan, bagaimanapun mempertikai saman Halim dan wajar dibatal berikutan ia terkeluar dari tempoh iaitu melebihi enam tahun dari peristiwa itu.

Ia didakwa bermula pada Ogos 2002 apabila Halim diberitahu, Khazanah Nasional tidak akan melayan tuntutannya untuk bayaran pukal.

Teras tuntutan yang menjadi perbincangan ramai ialah peristiwa yang membawa Halim menyerahkan kawalan Renong dan peranan yang dimainkan bekas Perdana Menteri, Tun Dr Mahathir Mohamad.

Secara mudah, krisis kewangan Asia pada 1997 meranapkan harga saham Renong dan mendedahkan konglomerat itu kepada masalah aliran tunai dan beban hutang yang besar.

Perniagaan pada tahun pembelian UEM pada takat 32 peratus blok saham Renong tidak berlangsung baik daripada pelaburan awam.

Bagi meredakan pasaran, Halim pada 1998 didakwa menawar untuk membeli saham Renong dari UEM secara pilihan.

Sebanyak RM3.2 bilion yang dibayar empat kali ansuran, tiga pada nilai RM100 milion dan bakinya bersama faedah pada 14 Februari 2001.

Kali pertama, Halim membayar RM100 juta tetapi tidak membayar untuk kali kedua hingga tempoh tamat sehinggalah Khazanah mengambil alih.

Versi Halim

Halim membuat bayaran pertama pada Februari 2001 sebelum Julai tahun dipanggil ke Putrajaya oleh Dr Mahathir yang memberitahu beliau patut membiarkan kerajaan mengambil alih pegangan saham dalam Renang dan UEM.

Dalam pertemuan pada Julai itu, Mahathir juga meminta Halim membincangkan hal itu dengan Nor Mohamed.

Halim mendakwa beberapa pertemuan berlangsung antaranya dengan Nor Mohamed dan persetujuan dicapai untuk beliau meninggalkan Renong.

Sebagai balasan, Halim dibayar RM1.3 bilion secara tunai dan menguasai hartanah serta syarikat pengurusan sisa, dianggar bernilai RM2 bilion.

Beliau menulis beberapa surat kepada Dr Mahathir dan Nor Mohamed mengenai perjanjian pada 2001 itu berikutan hanya menerima RM163 juta pada 2003 iaitu sebahagian daripada perjanjian berkenaan.

Halim mendakwa beliau cuba menemui Nor Mohamed antara 2003 dan 2010 bagi perjanjian dan hanya bertemu di sebuah pejabat di Putrajaya sebelum diberitahu tiada bayaran akan dibuat.

Bagaimanapun, ketiga-tiga defendan menyifatkan dakwaan Halim tidak benar dan semua dakwaan hanya imaginasi beliau.

Versi Nor Mohamed dan kerajaan Malaysia

Sebagai Penasihat Khas Ekonomi kepada Dr Mahathir, Nor Mohamed diberi mandat untuk membuat penstrukturan UEM, bukan terlibat dalam sebarang perjanjian untuk membayar pampasan kepada Halim.

Malah, beliau mendakwa tidak pernah mencapai sebarang perjanjian melibatkan kerajaan untuk membayar kepada Halim pada pertemuan mereka melainkan soal penstrukturan UEM.
-TMI-

5 peguam, aktivis menang saman terhadap kerajaan

Lima peguam hak asasi manusia dan seorang aktivis hari ini menang saman mereka terhadap polis dan kerajaan berhubung penangkapan, penahanan dan pendakwaan dengan niat jahat ke atas mereka semasa perarakan sempena Hari Hak Asasi Manusia Dunia pada 9 Dis, 2007.

Mahkamah memberikan ganti rugi RM10,000 setiap seorang kepada R. Sivarasa, N. Surendran, Latheefa Beebi Koya, Eric Paulsen, Amer Hamzah Arshad dan aktivis Johny Andu @ Abu Bakar Adnan dan memerintahkan para defendan membayar sejumlah RM60,000 sebagai kos kepada plaintif.

Pada 8 Dis, 2010, mereka memfailkan saman sivil terhadap Timbalan Ketua Polis Daerah Dang Wangi ketika itu Supt Che Hamzah Che Ismail, Ketua POlis Negara, Kementerian Dalam Negeri dan kerajaan berhubung penangkapan, penahanan dan pendakwaan ke atas mereka.

Semasa membenarkan tuntutan mereka, Hakim Mahkamah Tinggi Datuk John Louis O'hara memutuskan penangkapan dan penahanan oleh pihak defendan adalah salah di sisi undang-undang.

O'hara berkata beliau telah berpeluang menonton video dan melihat gambar-gambar yang dirakamkan mengenai apa yang berlaku semasa insiden itu.

"Daripada video, saya dapati defendan pertama Superintenden Che Hamzah telah memberikan arahan yang bercelaru, mengelirukan dan bercanggah menerusi pembesar suara untuk plaintif-plaintif bersurai," katanya.

Lagi pun, katanya Che Hamzah tidak tegas semasa mengeluarkan arahan supaya mereka bersurai.

Dalam keputusannya, Hakim juga mendapati defendan telah menafikan hak plaintif untuk akses kepada peguam bela selepas mereka ditahan.

Bagaimanapun, beliau mendapati pendakwaan terhadap plaintif di Mahkamah Sesyen Jenayah bukan dibuat dengan niat jahat dan ia merupakan kuasa mutlak Peguam Negara di bawah Perlembagaan Persekutuan untuk mendakwa mereka.

"Peguam Negara hanya menjalankan kerjanya dan melaksanakan tugasnya untuk mendakwa mereka...ini bukan pendakwaan dengan niat jahat" katanya dan menurutnya plaintif telah menamakan dengan betul semua pihak dalam saman itu.

Pada 10 Dis, 2007, keenam-enam mereka didakwa terbabit dalam perhimpunan haram dan gagal mematuhi perintah polis untuk bersurai, didakwa dilakukan sehari sebelum (9 Dis, 2007) di depan bangunan Kamdar di Jalan Tuanku Abdul Rahman, di sini.

Pada 16 April, 2009, mereka dilepas dan dibebaskan oleh Mahkamah Sesyen tanpa dipanggil membela diri terhadap pertuduhan berkenaan.

Rentetan itu, mereka memfailkan saman memohon perisytiharan bahawa hak asasi mereka di bawah Perlembagaan Persekutuan telah dicabuli dan juga mendakwa penangkapan dan penahanan mereka adalah salah di sisi undang-undang.

Mereka juga menuntut ganti rugi am, ganti rugi teruk, ganti rugi teladan dan ganti rugi khas, faedah dan kos.

Dalam saman itu, mereka mendakwa mereka mengambil bahagian dalam dan/atau menganjurkan perhimpunan dan perarakan secara aman, sempena Hari Hak Asasi Manusia Dunia yang disambut di seluruh dunia pada 10 Dis setiap tahun.

Mereka berhujah mereka kemudiannya dibenar meneruskan mengambil bahagian dalam perarakan itu selama 10 minit tetapi sebelum tempoh 10 minit itu tamat, mereka mendapati diri mereka dikelilingi sekumpulan besar anggota polis.

Mereka mendakwa polis kemudian memberi arahan supaya bersurai tetapi semasa mereka cuba berbuat demikian (untuk bersurai), mereka telah ditahan.

Selepas prosiding itu, peguam Edmund Bon yang mewakili keenam-enam mereka memberitahu pemberita bahawa keputusan hari ini merupakan kemenangan besar bagi demokrasi dan hak asasi manusia.
-Bernama-

Isteri 'curang' dicurah cuka getah

Isteri 'curang' dicurah cuka getah
Hilang sabar dengan tindakan isterinya yang didakwa curang, seorang lelaki bertindak menyimbah wanita itu dengan cuka getah sebelum cuba membunuh diri dengan meminum racun rumpai di kediaman mereka di Kampung Pejiru, di sini tengah malam tadi.

Dalam kejadian kira-kira pukul 12.30 tengah malam itu, mangsa, Christina Nyoeh, 43, parah selepas melecur hampir 70 peratus di seluruh badan terutama di muka, leher dan dada.

Ibu kepada lima orang anak itu juga berkemungkinan buta dan kini dirawat di Unit Rawatan Rapi (ICU) Hospital Umum Sarawak (HUS).

Difahamkan, Christina baru pulang ke rumah selepas pergi bercuti di Sabah selama beberapa hari bersama seorang lelaki warga Afrika yang dikenalinya sejak 2007.

Ketua Polis Daerah, Deputi Supritendan Mohd. Sabri Zainol berkata, sebelum kejadian, suspek berusia 49 tahun tidak menunjukkan tanda-tanda marah walaupun mengesyaki isterinya bermain kayu tiga.

Bagaimanapun katanya, ketika mangsa sedang tidur, suspek pergi ke dapur dan mengeluarkan sebotol cuka getah sebelum menyimbah cecair asid itu ke arah mangsa.

"Selepas terkena simbahan cuka, mangsa menggelupur kesakitan dan jeritannya itu didengari anak-anak mereka.

"Suspek pula bertindak minum racun rumpai sebelum membakar kereta Proton Iswara miliknya dan mengurung diri dalam kenderaan tersebut," katanya ketika dihubungi hari ini.

Menurut Mohd. Sabri, suspek berjaya diselamatkan anak sulung mereka yang berusia 27 tahun.

"Dia turut dirawat di HUS dan kini dilaporkan stabil," katanya sambil memberitahu kes ini disiasat mengikut Seksyen 326 Kanun Keseksaan kerana mendatangkan kecederaan parah.
-Utusan Online-