"Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku,
perbaikilah aku, angkatlah darjatku, berilah aku rezeki, pimpinlah aku, afiatkanlah aku dan maafkanlah aku."

Polis siasat LGE bawah Akta Hasutan

FMT Reporter

PETALING JAYA: Polis sedang menjalankan siasatan terhadap Pengerusi DAP Lim Guan Eng berhubung ucapannya yang didakwa menyentuh isu berkait 3R atau religion (agama), royalty (raja), dan race (kaum).

Timbalan Pengarah Jabatan Siasatan Jenayah (Forensik/Perancangan Strategik) Bukit Aman, S Suresh Kumar berkata siasatan dijalankan oleh Unit Siasatan Jenayah Terkelas Bahagian D5 di bawah Seksyen 4(1) Akta Hasutan, Seksyen 505(b) Kanun Keseksaan, dan Seksyen 233 Akta Komunikasi dan Multimedia

Polis dalam kenyataannya menasihatkan orang ramai tidak membuat sebarang spekulasi yang boleh mengganggu siasatan. “Tindakan tegas akan diambil terhadap mana-mana pihak yang bertindak menggugat ketenteraman awam dan keselamatan negara.”

Semalam, Lim menolak dakwaan beliau menyentuh isu berkait 3R atau religion (agama), royalty (raja), dan race (kaum) dalam ucapannya pada satu program di Jelutong, Pulau Pinang, kelmarin.

Lim yang juga bekas ketua menteri Pulau Pinang berkata ucapannya telah diputar belit seolah-olah ada pihak ingin merobohkan tokong Buddha atau Cina, sedangkan beliau merujuk kepada kes perobohan kuil di Kedah pada Julai 2020.

Ketua Pemuda Perikatan Nasional Ahmad Fadhli Shaari dalam kenyataan hari ini berkata sayap gabungan itu dikerah membuat laporan polis terhadap Lim.

Lim sebaliknya mencabar Fadhli sendiri untuk membuat laporan polis terhadapnya, mengatakan beliau tidak patut membiarkan anak-anak buahnya menghadapi kemungkinan melakukan jenayah dengan membuat laporan polis palsu.

Ketika Kabah Berlumuran Darah Manusia, Mayat di Sumur Zamzam, dan Haji Terhenti 10 Tahun

REPUBLIKA
    
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Dahulu Kabah  pernah ada dalam suasana yang mencekam. Penuh lumuran darah. Banyak nyawa melayang. Banyak mayat di sekeliling Kabah. Ibadah haji harus terhenti selama 10 tahun. Ini adalah waktu kosongnya Kabah yang paling lama dalam sejarah.

Peristiwa itu bermula dari Irak yang saat itu muncul seorang pengkhutbah sekaligus pendiri aliran Syiah Ismailiyah bernama Hamdan bin Al Ash'ath di Irak. Dia dikenal dengan Hamdan Qarmat. 

Dia bertubuh pendek dan kalau jalan gerakannya khas. Dia bercerita soal Ahl al-Bayt, kezaliman dan maksiat, hingga memiliki banyak pengikut.

Suatu kali, dia mengutus salah satu pembantunya ke Bahrain dan Qatar untuk memulai gerakan baru. Nama pembantu tersebut adalah Abu Said Hasan bin Bahram Al Jannabi atau Abu Said Al Jannabi. Sebagian besar masyarakat Bahrain berhasil dijadikan pengikut. Kemudian ekspansi lagi ke Yaman, Maroko, dan Iran. 
 
Pengikut mereka pun bertambah banyak. Basis sentral kelompok Abu Said Al Jannabi ini ada di kota Salamiyah, Suriah.

Abu Said Al Jannabi sebetulnya adalah salah satu pengikut aliran Syiah Ismailiyah yang didirikan oleh Hamdan Qarmat. Namun pada 899 Masehi, dia muncul di Maroko dengan mengganti namanya menjadi Ubaidillah Al Mahdi.

Dia mengeklaim sebagai imam kesebelas umat Islam. Dia juga mengeklaim sebagai cucu dari Muhammad bin Ismail, dan menyatakan bahwa Muhammad bin Ismail bukanlah Mahdi. 

Dia menyerukan aliran ini bukan lagi bernama Ismailiyah tetapi Mahdiyah, sebagaimana namanya.

Di situlah Hamdan Qarmat berselisih dengan Abu Said Al Jannabi (Ubaidillah Al Mahdi). Mereka berdua pun berpisah dan mengambil jalan sendiri-sendiri. 

Namun Abu Said Al Jannabi membentuk negara bersama basisnya di Bahrain, Irak dan Khurasan, dengan menggunakan nama Daulah Qarmatian. 

Dia tetap mempertahankan nama Qarmatian untuk melanjutkan gerakan yang telah dimulainya bersama Hamdan Qarmat.

Meski, basis Ubaidillah Al Mahdi (atau Abu Said Al Jannabi) sebetulnya lebih besar dari Hamdan Qarmat. Lalu aliran Mahdiyah yang dibawa Abu Said Al Jannabi ini menyebar ke seluruh Afrika utara, lalu ke Mesir dan menjadi negara Fatimiyah. 

Jenderal yang membantunya adalah Jawhar Al Saqili bersama Al Muizz li-Din Allah Al Fatimi.

Daulah Qarmatian semakin berkembang dan menjadi negara sosialis besar di Bahrain, Irak, dan Jazirah Arab. 

Situasi pun menjadi stabil antara Fatimiyah dan Qarmatian. Banyak dari pengikut Qarmatian yang kemudian bermigrasi dan tinggal di Mesir. Orang-orang Qarmatian memasuki Mesir sebagai suku pendatang.

Kelompok Qarmatian dianggap berhasil mendirikan negara sosialis yang revolusioner dengan melawan Dinasti Abbasiyah dan Fatimiyah. 

Mereka makan dari apa yang mereka tanam dan uangnya dibagikan secara merata kepada sesama mereka, untuk menciptakan semacam keadilan sosial antara satu sama lain.

Abu Said Al Janabi meyakini prinsip penghancuran segala sesuatu untuk bisa membangun kembali dengan baik. Untuk itu, dia bermaksud melakukan perlawanan terhadap Dinasti Abbasiyah dan Fatimiyah.

Dia bersama pengikutnya menyerukan perlunya menghancurkan Kabah  sampai munculnya Mahdi "Muhammad bin Ismail" yang diharapkan. 

Kemudian negara mereka akan lebih kuat dan Islam akan menang. Karena itu, Abu Said menyusun rencana menyerang Makkah selama musim haji.
    
Pada 908 Masehi, Abu Thahir Al Janabi (putra Abu Said Al Janabi) mengumpulkan pasukannya dari Bahrain dan Qatar dari suku-suku yang setia kepadanya. 

Mereka bergerak menuju Makkah dari Al-Ahsa agar dianggap sebagai jamaah haji. Mereka pun diizinkan masuk untuk melaksanakan ibadah haji. 
 
Namun dalam perjalanan ke Makkah, mereka menyerbu desa-desa, membunuh laki-laki, memperkosa perempuan, menjarah, kemudian membakar anak-anak, perempuan dan orang tua sebelum mereka meninggalkan desa.

Ketika mereka sampai di Kabah, mereka mulai mengutuk para nabi secara terang-terangan dengan kata-kata buruk, kemudian mereka mengeluarkan pedang mereka sambil berteriak dan menyerang para peziarah dan mulai membunuh semua peziarah, siapa saja yang shalat, siapa saja yang berdiri, siapa yang tidur, dan siapa saja yang terjaga, hingga darah menggenangi pelataran Kabah.
 
Sejarawan menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal mencapai 30 ribu jamaah haji. Ini adalah genosida dalam arti literal, dan pembunuhan berdarah di tempat tersuci di depan Kabah. 

Jamaah haji yang melarikan diri ke pegunungan, lembah, dan semak-semak, dikejar dan dibunuh. Banyak mayat tergeletak dan menumpuk di depan Kabah. Abu Said Al Jannabi memerintahkan mereka untuk membuang mayat tersebut ke dalam sumur Zamzam.

Dilakukannya tindakan itu, sampai sumur zamzam penuh dengan mayat dan bagian tubuh. Suara jeritan di pelataran Kabah menusuk telinga. Ribuan jamaah haji gugur dan darah mereka tertumpah dalam sehari semalam. 

Abu Thahir Al Jannabi menatap Kabah dengan wajahnya dan mengotorinya, yakni mengencinginya sambil dia berkata kepada prajuritnya, "Di mana burung Ababil, di mana Abrahah, di mana gajah?" Kemudian dia tertawa dan para prajurit pun ikut tertawa.

Setelah peristiwa kelam itu, negara-negara seperti Irak dan Syam mencegah pengiriman jamaah ke Makkah. Ibadah haji terhenti selama 10 tahun penuh. Hajar Aswad pun sampai diambil oleh kelompok Qarmatian.

Hingga akhirnya Hajar Aswad itu berhasil diperoleh kembali setelah 20 tahun lebih pada masa al-Muqtadir Billah dengan uang penggati ke Qaramithah sebesar 30 ribu dinar.

Lantas bagaimana nasib Abu Thahir? Dia tewas mengenaskan seiring dengan usianya yang senja. Sebuah virus cacar mematikan mencabik-cabik tubuhnya dalam waktu yang lama hingga ajal menjemput. 

Bayi perempuan maut dilanggar 4×4 dipandu sepupu

FMT Reporters

PETALING JAYA: Bayi perempuan berusia setahun lima bulan maut dilanggar pacuan empat roda dipandu sepupunya di Kampung Darat Kolam, Kerteh, malam tadi.

Mangsa Syaza Syazwina Zahra Mohd Sazali yang parah di kepala disahkan meninggal di tempat kejadian.

Ketua Polis Kemaman, Hanyan Ramlan, berkata pihaknya menerima laporan kejadian pada 10.30 malam.

Katanya, siasatan awal mendapati mangsa dilanggar kenderaan dipandu sepupunya iaitu wanita berusia 19 tahun.

“Sebelum kejadian, kenderaan itu diparkir di hadapan sebuah rumah dan pemandu kemudian memasuki kenderaan untuk bergerak ke rumah bapa mentua di Rasau, Dungun.

“Mangsa pula yang tinggal di rumah bersebelahan keluar tanpa pengetahuan ibunya dan berada di belakang kenderaan itu ketika ia sedang mengundur.

“Pemandu dikatakan terlanggar mangsa yang menyebabkan dia parah dan meninggal dunia,” katanya menurut Harian Metro.

Beliau berkata, mangsa terkena tayar sebelah kiri kenderaan dan mayat dihantar ke Hospital Kemaman untuk tindakan lanjut.

Kes disiasat mengikut Seksyen 41 (1) Akta Pengangkutan Jalan 1987.