"Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku,
perbaikilah aku, angkatlah darjatku, berilah aku rezeki, pimpinlah aku, afiatkanlah aku dan maafkanlah aku."
JANGAN GUNA GOOGLECHROME JIKA ADA GANGGUAN MALWARE


IKLAN Hubungi: gigitankerengga@gmail.com


Inilah Kisah Perjalanan Pendeta Kristen Ortodoks Bulgaria Memeluk Agama Islam

Tranungkite

Seorang pendeta Kristen Ortodoks asal Bulgaria bernama Atanas Mihaylov akhirnya memutuskan diri untuk memeluk agama Islam. Atanas kemudian mengubah namanya menjadi Abdullah.

Atanas menunaikan Ibadah Haji atas undangan langsung dari Raja Arab Saudi. Semua berawal dari keraguan yang ada didalam diri atas ideologi Kristen yang menuhankan Nabi Isa As serta ajaran trinitas. Dari kebimbangan tersebut mengantarkan Atanas mempelajari ajaran ketuhanan dalam Islam.

Setelah Ibundanya meninggal dunia pada tahun 2012, Atanas mengalami masalah kesehatan dan kejiwaan setelah ibunya meninggal.

Saat itu Atanas menemui salah satu ulama Islam di Bulgaria, untuk konsultasi spiritual. Saat itu Atanas menceritakan mimpinya yang sangat aneh, dalam mimpinya Atanas seperti berada di sebuah negeri Arab dahulu kala, di mana orang-orang Arab yang dilihat dalam mimpinya memakai pakaian tempo dulu.

Di antara orang Arab yang ditemuinya itu ada sesorang dengan wajah dan pakaian bersih, memandangnya dalam waktu lama serta mengenalkan dirinya bernama Ahmad.

Ulama Islam yang ditemuinya menyatakan bahwa Ahmad adalah salah satu dari nama Nabi Muhammad SAW nabi akhir zaman.

Sejak kejadian itu Atanas mencari kebenaran dengan mencari tahu tentang Islam, membaca sejarah dan sirah Nabi Muhammad Saw serta membaca Al-Qur’an yang diterjemahkan ke bahasa Bulgaria. Hingga akhirnya menemukan potongan ayat dalam Surat Shaf yang menceritakan pengakuan Nabi Isa AS bahwa akan ada nabi setelahnya yang bernama Ahmad.

Nama Ahmad sama dengan yang pernah dijumpainya dalam mimpi Atanas. Kemudian Atanas memutuskan untuk menjadi muslim.

Sejak memutuskan memeluk agama Islam, Atanas mendapatkan kecaman dan kritikan dari masyarat Bulgaria dan pihak gereja. Bahkan sempat muncul fitnah bahwa keputusan memeluk Islam karena untuk menikah dengan wanita Turki.

Tiada ulasan: