"Ya Tuhanku ampunilah aku, rahmatilah aku,
perbaikilah aku, angkatlah darjatku, berilah aku rezeki, pimpinlah aku, afiatkanlah aku dan maafkanlah aku."

Seks di tepi jalan.. (Gambar)


Ning Dang, 19, yang berasal dari Mongolia dilaporkan mabuk selepas keraian menyambut ulang tahun kelahirannya di sebuah pusat hiburan berhampiran sebuah universiti di sini, baru-baru ini.

Ketika pulang ke asramanya, Dang dilaporkan bertemu seorang pelajar wanita dan mereka terus berasmara di tepi jalan. Amboii, jenis tangkap muat..

Asal kenal jer, terus on.. Tak malu ker.. Eii, jijik sungguh perbuatan dua orang ni. Memalukan family jer.. Pihak polis percaya wanita itu melarikan diri ke Beijing, China.

Hidayah: Pakar Genetik Mengiktiraf Wanita Muslimah Paling Bersih Di Dunia


Robert-Guilhem-765x510Seorang pakar genetika Robert Guilhem mendeklarasikan keislamannya setelah terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang Masa Iddah (yaitu masa tunggu selama tiga bulan bagi wanita, untuk boleh menikah lagi) bagi wanita Muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam.

Guilhem, membuktikan dalam penelitiannya, bahwa jejak rekam seorang laki-laki di tubuh wanita akan hilang setelah tiga bulan. Guilhem yakin dengan bukti-bukti ilmiahnya. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan.

Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen. Dan, setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan.

Sehingga perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik laki-laki lainnya. Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian di sebuah perkampungan Afrika Muslim di Amerika.

Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa setiap wanita Muslim di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain di Amerika (perkampungan non Muslim) membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki, dua hingga tiga.

Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim dengan laki-laki selain pernikahan yang sah. Yang mengagetkan sang pakar ini, adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri.

Ternyata ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki, alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu saja, dari tiga anaknya berasal dari dirinya, yaitu setelah ia melakukan test DNA terhadap anak anaknya.

Setelah penelitian-penelitian yang dilakukannya, ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan, dan menjaga keutuhan kehidupan sosial. Ia yakin, bahwa wanita muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.

Guru besar anatomi medis di Pusat Nasional Mesir, dan konsultan medis, Dr. Abdul Basith As-Sayyid menegaskan bahwa Robert Gelhem, pemimpin Yahudi di Albert Einstein College, dan pakar genetika ini mendeklarasikan dirinya masuk Islam, ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah, dan kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan. (Dian Bango Alamanda)

Sumber: sharia.co.id

HIDAYAH: Siti Aisyah peluk Islam di Rumah Perlindungan Nur Hati

Tranungkite

AMPANG: Derita dibuang keluarga kerana memilih untuk memeluk agama Islam, begitu perit buat Siti Aisyah Abdullah.


Ketika 'kehilangan' keluarga kandung sendiri yang menyisihkannya selepas mengetahui perkhabaran pengislaman dirinya bersama suami, Siti Aisyah bernasib baik kerana dipertemukan dengan seorang insan mulia.

Insan mulia yang digelar umi itulah yang membela nasib Siti Aisyah dan suami dengan memberikan mereka tempat berteduh di Rumah Perlindungan Nur Hati.

Menceritakan kembali kisah pengislamannya, wanita kelahiran Serian, Sarawak ini berkata, beliau tertarik untuk mengenali apa itu Islam dengan erti kata sebenar-benarnya.

Niatnya dipermudahkan apabila dipertemukan dengan umi, yang juga pengasas Rumah Perlindungan Nur Hati menerusi seorang kenalan.

"Saya rasa macam nak kenal apa itu Islam, memang kita tahu Islam tapi kita tak tahu apa itu ikhlas, pahala, amal jariah.. Kita nak cari itu semua. Tempat inilah tempat yang saya cari. Ketenangan yang saya cari ada di rumah ini.

"Selepas sebulan memeluk agama Islam, baru saya beritahu kepada keluarga, mereka marah, maki hamun semua ada sebab tak terima," katanya ketika diwawancara Antarapos.

Menjadi penghuni di rumah perlindungan ini sejak memeluk Islam hampir 10 tahun lalu, Siti Aisyah dapat merasakan perubahan ketara dalam dirinya.

Di rumah perlindungan itu yang menempatkan insan kurang bernasib baik yang kebanyakannya terdiri dari anak tidak sah taraf, Siti Aisyah belajar banyak perkara apatah lagi selepas melihat sendiri keikhlasan umi membesarkan anak-anak istimewa ini.

"Sebelum saya kenal Islam, saya jenis cepat melenting tapi selepas kenal Islam saya tenang, rileks dan tak ada naik angin. Apa yang orang nak cakap pun saya tak kisah, saya buat ini kerana Allah.

"Umi ini seorang pengasih dan penyayang, ibu yang lebih mengetahui hati anak-anak. Kita pun nak ikut caranya yang sabar dan tenang, penyayang, pemurah, mementingkan kebersihan dan kecantikan. Kita pun nak ikut cara dia.

Suami Siti Aisyah dan seorang anak mereka turut berteduh di rumah perlindungan ini bersama 46 penghuni yang lain.

Wanita berusia 41 tahun ini berperanan sebagai sukarelawan dan tukang masak kepada semua penghuni di rumah perlindungan berkenaan.

Menceritakan mengenai penerimaan keluarganya, Siti Aisyah berkata sehingga kini mereka masih belum dapat menerima hakikat pengislamannya itu.

"Saya berdoa semoga mereka diberikan petunjuk dan hidayah," kata Siti Aisyah.

Mengakui kadangkala rindu untuk bertemu keluarga bertamu di hati, Siti Aisyah berkata dia tetap mengambil tahu dan sering bertanya khabar mengenai ibu bapa menerusi adiknya.

Hampir sepuluh tahun tidak bertemu dengan keluarga kandung sendiri, Siti Aisyah berkata kesunyiannya terubat apabila melayani keletah penghuni kecil di rumah itu.

Sambutan Aidilfitri di rumah itu ujar Siti Aisyah, sentiasa meriah tambahan pula kebanyakan penghuni yang pernah menghuni rumah perlindungan itu akan berkunjung untuk sama-sama merayakan hari lebaran itu.

"Saya bersyukur dan berterima kasih kerana dipertemukan dengan umi. Kalau tidak, saya pun tak tahu di mana nak tinggal," ujarnya mengakhiri perbualan.